Lapak PKL Kebonkembang Diberangus

by -

Lima hari jelang Lebaran, Satpol PP Kota Bogor kembali menyingkirkan lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) yang bersarang di depan Pasar Kebonkembang. Sedikitnya ada 70 lapak yang diberangus petugas.

KEPALA Satpol PP, Agusty­ansyach, menerangkan, pe­nertiban ini dilakukan demi menjaga kondusivitas masy­arakat di Pasar Kebonkembang yang setiap harinya menga­lami peningkatan jumlah pengunjung. ”Karena kami tidak bisa menahan mereka (masyarakat, red) untuk tetap di rumah, ya kami tertibkan pedagang di pasar agar tidak ada pembeli yang datang,” jelasnya.

Mantan camat Bogor Tengah ini menerangkan, kondisi di Pasar Kebonkembang sedang parah-parahnya. Berdasarkan pantauan di lapangan, kepa­datan pengunjung sudah terjadi sejak pukul 09:00 WIB.

”Sekarang tinggal balik lagi ke kesadaran masyarakat, mau nggak berubah dan memban­tu pemerintah menghentikan penyebaran. Akses sudah kami tutup, pedagang sudah kami atur. Sekarang tinggal ke ma­syarakatnya. Kalau nggak mau diatur ya terserah,” tegasnya.

Sebelumnya, Forum Komu­nikasi Pimpinan Daerah (For­kompimda) Kota Bogor me­nyambangi Pasar Anyar dan Pasar Kebonkembang. Keda­tangan pemangku kebijakan Kota Bogor itu sebagai langkah antisipasi membeludaknya pengunjung pasar, seperti yang sempat viral di sejumlah me­dia sosial belakang ini.

Wali Kota Bogor, Bima Arya, mengatakan, kunjungan ini untuk memastikan tidak ada kios nonpangan yang masih beroperasi pada Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Tahap 3 ini. Terlebih satu pe­kan sebelum Hari Raya Idul Fitri seperti saat ini.

Meski sudah diingatkan, se­jumlah pedagang nonpangan, seperti baju, celana, sandal, sepatu, jam tangan masih tetap beroperasi. Alhasil, puluhan pedagang tersebut dipaksa menutup kios, sebelum pihak berwenang menutup paksa.

”Kami Forkompimda sepa­kat memperketat PSBB di pasar, terutama kios non­pangan yang sering muncul jelang Lebaran, kita tertibkan dan kita tutup. Alhamdulillah, mereka bersedia tutup sen­diri,” kata Bima kepada awak media.

Suami Yane Ardian ini me­negaskan, pihaknya akan terus memantau kondisi pa­sar tradisional di Kota Bogor, khususnya Pasar Kebon­kembang, Pasar Anyar dan Pasar Bogor.

”Kita akan awasi terus sam­pai PSBB tahap 3 ini selesai pada 26 Mei. Kita akan fokus di tiga pasar itu. Nantinya akan ada sanksi tegas juga jika ada yang melawan petugas dan melanggar PSBB,” pungkasnya.(dil/c/feb/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *