Pasca-Lebaran, Harga Daging Sapi Masih Tinggi

by -

METROPOLITAN – Hari Raya Idul Fitri di tengah situasi pandemi Covid-19 rupanya tidak mengubah ’tradisi’ melambungnya harga beberapa kebutuhan dapur warga di pasar-pasar Kota Bogor. Seperti daging sapi, yang harganya meroket beberapa hari jelang hari-H Lebaran. Beberapa hari usai Lebaran, rupanya harga daging sapi masih cenderung tinggi dan menyentuh angka Rp140 ribu per kilogram.

Hal itu terjadi di Pasar Bogor, di mana harga daging sapi murni masih tinggi dan sentuh angka Rp140.000 per kilogram. Setelah mengalami kenaikan harga bertahap kurang lebih sepekan sebelum Lebaran, saat masih di harga Rp120.000 per kilogram. ”Lalu H-3 naik jadi Rp125.000 per kilogram. Sehari berikutnya naik lagi jadi Rp130.00, dan terakhir sampai sekarang jadi Rp140.000 per kilogram di Pasar Bogor,” kata Kasubag Humas Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ), Riadul Muslim.

Ia menambahkan, hal serupa juga terjadi di Pasar Jambu Dua, di mana harga daging sapi kini masih tinggi di harga Rp140.000 per kilogram. Padahal, sepekan sebelum Lebaran, daging sapi murni masih bisa didapat dengan harga Rp110 ribu per kilogram. ”Lalu mulai naik juga pada dua-tiga hari sebelum Idul Fitri, jadi Rp130 ribu, dan kini jadi Rp140.000 per kilogramnya,” bebernya.

Sementara di Pasar Gunungbatu, harga daging sapi murni memang mengalami kenaikan beberapa hari sebelum Lebaran, namun terpantau tidak terlalu tinggi dan cenderung stabil hingga kini di angka Rp125.000 per kilogram. ”Sepekan sebelum lebaran sudah naik, sebelumnya kan kisaran Rp120 ribu, naik jadi Rp125 ribu per kilogram sampai sekarang stabil segitu,” papar Oi, sapaan karibnya.

Sedangkan untuk Pasar Sukasari, harga daging sapi murni yang sempat tinggi di pekan terakhir Ramadan, justru berangsur turun. Setelah pekan lalu sempat menyentuh Rp130.000 per kilogram, mulai turun menjadi Rp125 ribu beberapa hari sebelum Lebaran, serta usai Lebaran menjadi Rp120 ribu per kilogram lagi.

Meskipun masih cenderung tinggi, ia mengakui ketersediaan daging sapi murni masih mencukupi, yang dipasok dari berbagai lokasi. ”Seperti RPH (Rumah Pemotongan Hewan, red), Pejagalan, IPB dan Laladon. Jadi masih aman lah,” tuntasnya. (ryn/c/feb/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *