Pemkab Bogor Ogah Buru-buru Berlakukan New Normal

by -

METROPOLITAN.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor memilih memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap III hingga 29 Mei mendatang ketimbang segera memberlakukan tatanan normal baru atau new normal.

Bupati Bogor Ade Yasin mengaku ada beberapa alasan pihaknya tidak segera memberlakukan new normal seperti yang banyak diperbincangkan di beberapa daerah.

“Ada hal-hal yang harus kita analisis secara hati-hati berkaitan dengan penerapan new normal,” kata Ade Yasin, Rabu (27/5).

Pertama, sambungnya, analisis epidemiologi. Dimana harus mencermati dengan hati-hati kondisi grafik positif corona atau covid-19, apakah penurunannya benar-benar telah terjadi atau sementara.

“Kemudian kitapun harus benar-benar menganalisis reproductive number (atau tingkat penularan dari satu orang kepada yang lainnya,” ujar perempuan yng juga Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor ini.

Hingga 19 mei 2020, angka angka reproduksi efektif effective reproduction number (Rt) Kabupaten Bogor berada dikisaran 1,2 atau masih lebih besar dari satu.

Ade Yasin mengaku pihaknya berupaya untuk menekan angka Rt sampai kurang dari satu.

“Semoga dengan semakin melandainya kurva, juga sudah tiga hari ini tidak ada penambahan kasus positif bisa mengubah hasil penghitungan tersebut menjadi satu atau bahkan lebih kecil dari satu,” harap Ade Yasin.

Selain itu, sambil menunggu PSBB berakhir, ada tujuh langkah yang akan dilakukan Pemkab Bogor.

1. Tetap memperketat aturan PSBB sampai tanggal 29 Mei 2020.
2. Memperbanyak uji PCR/swab di tempat rawan tinggi penularan covid-19.
3. Meminta ASN untuk mulai mengurangi work from home (WFH), lihat ke masyarakat dan bekerja menyusun konsep new normal di lingkup bidang tugasnya.
4. Mengaktifkan gugus tugas di kecamatan, RT, RW untuk membiasakan masyarakat bermasker, PHBS dan physical distancing.
5. Meminta relawan-relawan, karang taruna, kader posyandu, TNI, Polri, ASN untuk terus menerus memasyarakatkan protokol kesehatan di semua lapisan masyarakat, juga budaya baru seperti bersalaman tanpa sentuhan dan lainnya.
6. Meminta masyarakat melakukan penguatan antibodi, bisa dengan vitamin atau dengan tanaman obat/herbal yang merupakan kekayaan kita.
7. Mulai Menyusun konsep new normal di bidang kesehatan, pangan/pertanian, transportasi, pendidikan, perdagangan, pemerintahan, industri, pariwisata, UKM dan lainnya. (fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *