PN Cibinong Menangkan Gugatan Hak Waris Hengky Susanto

by -

METROPOLITAN.id – Gugatan atas hak waris yang diajukan Sandi Kelana Putra yang mengaku-ngaku anak dari Kelana Saputra di Pengadilan Negeri (PN) Cibinong Kelas 1 A Kabupaten Bogor, akhirnya berujung di putusan sela.

Hengky Susanto yang memang sebagai pemegang hak waris dalam perkara no : 74/Pdt.G/2020/PN.Cbi pada sidang ke-6 tanggal 20 Mei 2020 kemarin dibantahkan oleh PN Cibinong.

Dalam putusannya Majelis Hakim yang diketua oleh Irfanudin berpendapat untuk memutuskan putusan sela terhadap hak waris yang memang diajukan sebelumnya oleh Sandi Kelana Putra.

Dalam putusan sela tersebut, ketua majelis hakim mengabulkan seluruh eksepsi atau keberatan dari Tergugat I (Lenny Setiawan Ong), Tergugat II (Yudy Susanto), Tergugat III (Hendrik), Tergugat IV (Tony Susanto) dan Tergugat V (Hengky Susanto), atas gugatan hak waris dari Sandi Kelana Putra.

Majelis hakim pun menolak seluruh gugatan yang diajukan tergugat, dan menghukum tergugat dengan membayar seluruh biaya perkara.

Pengacara tergugat dari Hengky Susanto, Gerry Wahyu Riyanto menjelaskan, ada beberapa poin yang menjadi dasar majelis hakim memutuskan putusan sela.

Pertama, surat kuasa penggugat tidak sah. Karena dalam substansi surat kuasa harus mengandung subjek hukumnya, baik penggugat maupun tergugat, di pengadilan mana akan diperiksa perkara tersebut dan tentang jenis perkaranya.

Serta tentang terkait kewenangan penerima kuasa, dalam surat kuasa harus menjelaskan kewenangan penerima kuasa ini berewenang untuk apa saja. Akan tetapi, hal-hal yang menjadi sebuah cacat formil yang mana diatur dalam surat edaran Mahkamah Agung (MA) nomor 7 Tahaun 2012, tentang surat kuasa khusus itu tidak dituangkan dalam surat kuasa yang diberikan penggugat (Sandi Saputra) kepada kuasa hukumnya.

“Dalam agenda sidang pemeriksaan para pihak adanya fakta persidangan bahwa, ada kesalahan penulisan identitas Tergugat I, Tergugat II, Tergugat III, Tergugat IV dan Tergugat V didalam gugatan penggugat dan kesalahan penulisan identitas itu tidak diperbaiki oleh si penggugat. Surat kuasa khusus dan surat gugatan Penggugat cacat formil, maka gugatan Penggugat dalam hal ini tidak dapat diterima atau niet ontvankeljik verklaard,” katanya.

Kedua, gugatan penggugat tidak mempunyai legal standing. Sandi Saputra sebagai penggugat bukanlah ahli waris dari Tuan Kelana Saputra. Untuk itu, Sandi Saputra tidak memiliki legal standing sebagai penggugat yang mana di dalam gugatan penggugat harus ahli waris yang sah.

“Jika merujuk kepada Pasal 42 Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang perkawinan yang berbunyi ‘anak yang sah adalah anak yang dilahirkan dalam atau sebagai akibat perkawinan yang sah’. Sedangkan penggugat tidak bisa membuktikan dasar hukum adanya surat yang membuktikan bahwa Penggugat adalah anak sah tuan Kelana Saputra,” ucapnya.

Ketiga, gugatan Penggugat kabur dan tidak jelas (Exceptio Obscurum Lebellum). Dimana tidak mencantumkan subjek hukum yang jelas, objek perkaranya kabur yang seharusnya mengkaji tentang perkara gugatan waris, namun dalam petitumnya dicantumkan adanya perbuatan melawan hukum.

“Sehingga kami berpendapat didalam eksepsi kami gugatan itu kabur atau tidak jelas,” jelasnya.

Keempat, gugatan Penggugat kurang pihak (Exceptio Plurium Litis Consortium), karena ahli waris yang sah menurut hukum dan terdaftar di Menkumham, baik dari catatan kepala desa maupun yang lainnya, ada satu nama yang tidak dicantumkan dalam gugatan oleh Penggugat yakni saudari Leni.

“Bisa disimpulkan gugatan ini menurut kami gugatan Penggugat kurang pihak,” imbuhnya.

Kelima, Penggugat tidak mempunyai hubungan hukum dengan Tergugat (Exceptio Persona Standi in Judicio). Penggugat tidak memiliki kapasitas sebagai ahli waris, karena tidak memilki hubungan hukum dengan para Tergugat.

“Berdasarkan hal tersebut, dapat dinyatakan bahwa pada dasarnya Penggugat tidak memiliki hak atas harta waris tuan Kelana Saputra, karena setatus Penggugat hanya sebagai anak diluar kawin tuan Kelana Saputra,” tukasnya. (fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *