Puluhan Karyawan Sentul City di-PHK

by -

METROPOLITAN – Mewabahnya Covid-19 ikut membuat operasional PT Sentul City Tbk terganggu. Aktivitas penjualan properti dan operasional hotel menjadi terbatas.

Sekretaris Perusahaan Sentul City, Kwee Liana Kumala, menjelaskan, operasional Hotel Neo+ dan Taman Budaya di bawah entitas anak PT Gununggeulis Elok Abadi telah dihentikan sekitar tiga bulan. Lini bisnis event organizer di bawah entitas anak PT Jaya Selaras Gemilang juga terhenti. Ada pula pembatasan Hotel Alana di Sentul City.

Pembatasan penjualan properti juga terjadi di Kota Ulung Selaras atau dikenal dengan nama Bukit Jonggol Asri, Gazelle Indonesia, Sentul PP Properti dan Sentul City Properti. ”Pembatasan penjualan properti di Natura City Development lokasi di Serpong,” kata Liana.

Kondisi tersebut diprediksi bakal memengaruhi kinerja keuangan BKSL di kuartal I-2020. Pendapatan diprediksi bakal turun sekitar 51 persen sampai 75 persen, sedangkan laba bersih bisa susut lebih dari 75 persen. Pemenuhan kewajiban pokok dan bunga utang sebesar Rp1,01 triliun juga diprediksi terganggu.

Menghadapi kondisi tersebut, Liana menjelaskan, Sentul City merampingkan organisasi dan melakukan efisiensi di segala bidang. Dalam masa pandemi Covid-19, BKSL tercatat telah melakukan PHK kepada 20 karyawan.

Sementara itu, 89 lainnya mengalami pemotongan gaji dan dampak lain yang tidak diperinci. Sentul City juga melakukan negosiasi dengan kreditur untuk meminta keringanan baik dari segi besaran bunga, tata cara dan tenggang waktu pembayaran bunga dan pokok pinjaman. (ktn/els/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *