Puluhan Warung Makan di Leuwiliang Ditutup Paksa

by -

METROPOLITAN – Puluhan pengunjung warung makan di Pasar Leuwiliang kocar-kacir saat pemerintah desa (pemdes) melakukan razia bersama MUI tingkat desa. Dalam razia itu, rupanya ma­sih ada warung yang menga­baikan aturan physical dis­tancing. Meski ditutup span­duk, sesuai aturan pembeli seharusnya tidak diperbole­hkan menyantap makan di tempat, melainkan harus dibawa pulang.

Kepala Desa (Kades) Leu­wiliang, Iman Nurhaiman, mengatakan, tindakan menutup warung makan di bulan puasa tak lain untuk menghormati umat muslim yang tengah berpuasa. Terle­bih, pemilik warung nasi dan bakso tidak menerapkan atu­ran dari pemerintah. ”Ada sekitar 20 warung makan yang kita tutup. Kita juga menem­pelkan surat imbauan agar warung makan tidak buka selama bulan puasa,” ujarnya.

Iman berharap inspeksi mendadak (sidak) ke sejum­lah warung makan membe­rikan efek jera dan tak lagi buka selama Ramadan. ”Ini hanya saat bulan puasa. Se­baiknya beralih ke jualan yang lainnya. Kita juga akan mem­bentuk tim khusus untuk memantau sejumlah warung makan yang masih buka,” te­gasnya.

Sementara itu, pemilik warung bakso, Santo, menga­ku memilih berjualan bakso di bulan puasa lantaran tak ada lagi pilihan. Ia berharap pemerintah peduli akan nasib pelaku usaha kecil ini. ”Kalau nggak jualan saya makan apa. Sedangkan bantuan sosial dari pemerintah sampai se­karang belum ada,” tukasnya. (ads/c/feb/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *