Rawan Dicuri, Pos Check Point di Pasirangin Dipindah

by -

METROPOLITAN – Di saat pemerintah wilayah sedang bersemangat menjaga keluar-masuknya pendatang maupun warga di perbatasan wilayah, ternyata masih ada maling yang memanfaatkan kesempatan ini.

Hilangnya sejumlah fasilitas di check point perbatasan Kabupaten Bogor dengan Bekasi, Desa Pasirangin, Kecamatan Cileungsi, meng­gambarkan sulitnya mengubah pola pikir sebagian pihak agar mau bersama memutus mata rantai kasus Covid-19.

Kepala Desa (Kades) Pasirangin, Kecamatan Cileungsi, Ismail, menjelaskan, fasilitas yang hilang yakni beberapa kursi di posko check point pertama. Jaraknya sekitar 2 kilometer dengan kantor Desa Pasirangin. Posko tersebut pun menjadi lokasi bertepatan dengan Desa Taman Rahayu, Kecamatan Setu, Bekasi.

Ia menilai kondisi di posko tersebut sangat memprihatinkan. Ditambah dengan hilangnya sejumlah fasilitas untuk petugas yang berjaga selama penerapan sistem Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). “Di sana memang tidak ada posko sebetulnya, tapi kami siapkan bangku seadanya. Sayangnya hilang entah ke mana,” katanya.

Menurut Ismail, sejauh ini kendala penerapan PSBB di wilayahnya yakni tempat dan prasarana. Lokasinya pun sangat jauh dari pemukiman warga. Pemerintah Desa (Pemdes) Pasirangin hanya menempatkan beberapa meja dan bangku untuk petugas berjaga-jaga di lokasi tersebut.

Akibat hilangnya sejumlah fasilitas di titik check point pertama, sambung Ismail, pihaknya pun memindahkan titik check point tepat di depan kantor desa. Meski tak menjadi soal, masyarakat diimbau lebih bersimpati selama penerapan PSBB dilakukan. Mengingat wabah Covid-19 masih terjadi di sejumlah wilayah.

Ia berharap posko check point di Jalan Raya Cileungsi – Setu ini bisa menerapkan PSBB dengan lancar. “Jangan sampai ada musibah seperti itu lagi,” tandasnya.(reg/rb/els/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *