RS Permata Jonggol Sempat Rawat Pasien yang Kabur ke Dukun

by -

METROPOLITAN – Warga Desa Balekambang, Kecama­tan Jonggol, yang positif co­rona dan kabur ke pengoba­tan alternatif di Kecamatan Sukamakmur, ternyata sem­pat dirawat di RS Permata, Jonggol. Namun, pihak rumah sakit membantah pasien ka­bur saat dalam perawatan.

RS Permata Jonggol meng­klaim, tindakan yang menga­kibatkan sejumlah pihak takut tertular virus corona itu tidak benar. Pasien mendapat izin pulang dengan catatan harus menjalani isolasi man­diri. ”Pemulangan pasien atas dasar permintaan keluarga. Kami melihat kondisi klinis pasien sudah membaik, ma­kanya kami beri izin,” kata Humas RS Permata Jonggol, Anggara.

Ia menyebutkan, pasien menjalani perawatan di rumah sakit sejak 15 April. Pasien kemudian diperbolehkan pulang pada 2 Mei 2020 sete­lah pihak rumah sakit ber­koodinasi dengan Dinas Kese­hatan (Dinkes) Kabupaten Bogor. “Ada persetujuan dari dokter yang menangani pasien itu juga. Kita ada Standar Pro­sedur Operasional (SOP) mengenai pemulangan pasien tersebut,” terangnya.

Sebelumnya, Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor, Syarifah Sopiah, mengatakan, kronologi dan titik temu seo­rang warga Desa Balekambang, Kecamatan Jonggol, Kabupa­ten Bogor yang memilih kabur setelah Kamis (7/5) lalu hasil pemeriksaan rapid test dinya­takan positif terinfeksi virus corona atau Covid-19.

Pasien berjenis kelamin pe­rempuan ini dirawat semen­tara di RS Permata Jonggol sembari menunggu hasil swab PCR keluar namun, pasien malah memilih kabur. Tak lama pasien ditemukan di wilayah Legoknyenang, Desa Sirnajaya, Kecamatan Su­kamakmur.

“RS Permata Jonggol langs­ung mencari pasien tersebut. Akhirnya ditemukan oleh Tim Gugus Tugas Covid–19 Jong­gol di Sukamakmur dan sedang berobat ke dukun,” ungkapnya. Ia melanjutkan, pasien langs­ung diisolasi petugas medis menuju RSUD Cileungsi.(reg/ rb/els/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *