Seminggu, Empat Bayi PDP Meninggal

by -

METROPOLITAN – Setelah tiga hari tanpa penambahan kasus positif baru, Kabupaten Bogor kembali merilis adanya tambahan satu kasus positif baru pada Rabu (27/5) malam. Tak tanggung-tanggung, kasus baru tersebut langsung terkonfirmasi meninggal dunia. ”Satu kasus positif baru dengan status meninggal dunia yakni laki-laki (42) dari Kecamatan Ciomas,” kata Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Bogor yang juga Bupati Bogor Ade Yasin, dalam keterangan resmi data monitoring harian, Rabu (27/5).

Alhasil, dengan penambahan kasus baru dan penambahan positif meninggal dunia, total kasus positif di Kabupaten Bo­gor kini menyentuh angka 181 orang, dengan 13 orang terkon­firmasi meninggal dunia dan 40 orang dinyatakan sembuh dari corona. ”Sedangkan jum­lah positif aktif kini sebanyak 126 kasus,” bebernya. Tak cuma itu, sambungnya, ada penam­bahan pada kasus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang ter­konfirmasi sebanyak dua orang, yakni ibu berusia 19 tahun dan anaknya yang baru berusia satu hari, yang merupakan warga Kecamatan Cigudeg. Sehingga jika ditotal, kasus PDP meninggal dunia membengkak menjadi 93 kasus. ”Total PDP-nya sendri jumlahnya 1.524 orang, dengan 320 orang di antaranya berstatus PDP aktif,” ujar politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu.

Kasus bayi berstatus PDP yang meninggal dunia pun menam­bah kasus serupa, yang dalam waktu kurang dari satu ming­gu terdapat tiga bayi lainnya yang meninggal dengan status PDP.

Tercatat pada Selasa (26/5) atau satu hari lalu, bayi perem­puan berusia dua hari asal Ci­ampea terkonfirmasi mening­gal dunia. Sebelumnya, bayi laki-laki berusia satu hari asal Cileungsi pun bernasib serupa pada Minggu (24/5) lalu dan bayi satu bulan asal Cigudeg pada Jumat (22/5). Sehingga jika ditotal, dalam waktu kurang sepekan, empat bayi berstatus PDP terkonfirmasi meninggal dunia. (ryn/c/feb/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *