Siap-siap Warga Bojongkulur Kebanjiran Lagi

by -

METROPOLITAN – Hujan deras yang mengguyur Bogor sejak Senin (18/5) siang, mem­buat Sungai Cileungsi dan Cikeas Siaga 1. Banjir dipre­diksi akan merendam rumah warga di sekitaran Sungai Cikeas dan Cileungsi. “Ber­potensi banjir sekitar pukul 20:30 WIB,” ujar Ketua Komu­nitas Peduli Sungai Cikeas- Cileungsi (KP2C), Puarman.

Ia memperkirakan waktu perjalanan air dari hulu ke Bojongkulur dua hingga tiga jam. Meski begitu, ia memin­ta warga tidak panik. “Sungai Cikeas dua sampai tiga jam dan Sungai Cileungsi paling lama empat jam,” tuturnya.

Seperti diketahui, wilayah Bojongkulur yang berbatasan dengan Bekasi itu memang langganan banjir. Pembangu­nan waduk menjadi solusi terbaik agar bencana banjir yang menjadi rutin di Bojong­kulur ini bisa terselesaikan. Lokasi waduk di jalur Sungai Cileungsi berada di eks Gra­ha Garuda, Desa Dayeuh, Kecamatan Cileungsi.

Kendati demikian, Puarman menyebut, tahap awal yang harus dilakukan pemerintah kabupaten (pemkab) yakni pembebasan lahan dari penye­gelan yang dilakukan Kemen­terian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). “Lokasi itu yang kami sarankan. Cuma masih disegel karena ada pengerukan tanah liar di sana,” katanya.

Puarman menuturkan, pem­kab harus sesegera mungkin memastikan lahan bakal calon lokasi pembangunan waduk nanti. Ada empat rekomen­dasi lainnya, yakni normali­sasi sungai, pembangunan tanggul permanen, pintu pengendali air dan pembangu­nan waduk di hulu sungai. “Ya, waduk solusi terbaik un­tuk pencegahan banjir dan harus segera dibangun. Ka­sihan kan masyarakat selalu kebanjiran, padahal bisa di­cegah,” lirihnya.

Sementara itu, Menteri So­sial (Mensos), Juliari Batu­bara, mengatakan, di bebe­rapa titik wilayah di Kabupa­ten Bogor memang menga­lami kerusakan akibat ben­cana alam yang cukup parah. Kemensos pun mengaku siap memberikan bantuan jika pemkab membutuhkannya. “Kami siap bantu. Kami tung­gu permintaan dari Kabupa­ten Bogor itu seperti apa,” ujarnya.

Juliari menyebutkan, pihaknya akan mengatur anggaran ban­tuan untuk lokasi bencana di Kabupaten Bogor. Anggaran tersebut bukan menjadi soal selama data yang diterima berasal dari Pemkab Bogor. “Kalau anggarannya bisa kami atur, itu tidak masalah selama data yang ada dari pemkab,” katanya. (all/rb/els/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *