Soal Salat Idul Fitri di Tengah Pandemi, MUI Kota Bogor: Jangan Sampai Ada Kluster Masjid

by -

METROPOLITAN – Majlis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bogor angkat suara, soal kebijakan pemerintah tentang pelaksanaan Salat Idul Fitri. Sekretaris Umum MUI Kota Bogor KH Ade Sarmili mengatakan, secara umum MUI tidak pernah melarang masyarakat untuk melakukan salat berjamaah di masjid. Baik sholat berjamaah lima waktu, sholat jumat, maupun salat Idul Fitri.

“Pertama MUI tidak pernah melarang untuk salat di masjid, baik salat berjamaah lima waktu di masjid, salat jumat, salat Idul Fitri. Cuma bagi daerah yang masuk kategori zona merah dan zona kuning tentu harus ada tata caranya, baik secara agama maupun protokol kesehatan,” katanya saat dikonfirmasi Metropolitan.

 

Meski begitu, MUI Kota Hujan juga meminta kepada masyarakat, agar lebih mengutamakan melakukan salat Idul Fitri di rumah bersama keluarga. “Bagi masyarakat yang ODP, OTG, atau takut terpapar alangkah lebih baiknya jangan melakukan salat Idul Fitri di rumah saja bersama keluarga. Karna agama juga memberikan keringanan berupa rukhsah. Maka dari itu kami sangat menganjurkan agar masyarakat lebih berhati-hati dan mengedepankan antisipasi,” ujarnya.

Bagi masjid yang hendak melakukan Salat Idul Fitri secara berjamaah, pihaknya juga meminta agar jajaran Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) mengedepankan penerapan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah.

“Kami juga meminta kepada DKM untuk mengintruksikan kepada jamaahnya agar membawa sajadah sendiri, memakai handsenitazer, masker dan menyemprotkan disinfektan baik sebelum maupun sesudah ibadah di masjid. Dan pada pelaksanaannya harus mengutamakan jaga jarak antar jamaah,” pintanya.

Kendati demikian, pihaknya juga senantiasa terus mengedukasi kepada masyarakat, agar mengutamakan pencegahan. “Kita juga terus mengedukasi kepada masyarakat agar tetap mengutamakan keselamatan dan kesehatan jamaah. Kan tidak lucu kalau ada kluster masjid sebagai penyebaran baru. Dan kita sedang edukasi ini kepada masyarakat. Kita tidak berhenti memberikan edukasi kepada masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu Walikota Bogor Dedie A Rachim mengatakan, saat ini pihaknya tengah mengkaji kebijakan pelaksanaan Salat Idul Fitri di Kota Bogor. Bahkan, wacana tersebut sedang dikaji di internal Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Kota Bogor, bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Bogor.

“Sedang kita kaji bersama di bagian hukum, dengan Forkompimda, FKUB, dan MUI Kota Bogor. Dalam beberapa hari kedepan ini nantinya akan keluar Surat Keputusan Bersama (SKB) baru, apakah kita tetap berpegang teguh pada SKB yang sebelumnya. Nanti dalam beberapa hari kedepan akan keluar putusannya,” jelas Dedie.

Meski demikian, untuk sementara Pemkot Bogor masih berpegang teguh dengan SKB lama sambil menunggu hasil kajian. “Tapi secara umum kalau kita mengacu kepada regulasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) memang kegiatan peribadatan di rumah ibadah tidak diperkenankan, mengingat adanya SKB awal kemarin. Tapi untuk keputusan pastinya kita tunggu 2 hingga 3 hari kedepan,” tutupnya. (ogi/b/suf)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *