Warga Citeureup Ngeluh Elpiji 3 Kg Langka

by -

METROPOLITAN – Memasuki hari kelima Lebaran, gas elpiji 3 kilogram mengalami kenaikan drastis. Lonjakan harga ini terjadi di semua wilayah Kabupaten Bogor, seperti di Kecamatan Cibinong dan Citeureup. Tak hanya mengalami kenaikan harga, gas melon itu pun mengalami kelangkaan.

Seorang warga Sukabumi yang ngontrak di Cibinong, Kabupaten Bogor, Angga (27), mengaku pasokan di beberapa warung kecil maupun besar mengalami kelangkaan. Setelah mencari selama satu jam ke beberapa toko di Cibinong, akhirnya baru bisa menemukan gas elpiji ukuran 3 kg di wilayah perbatasan antara Kabupaten Bogor dan Depok. “Sudah mah langka, pas ada eh mahal sampai Rp30 ribu. Biasa beli cuma Rp18 ribu sampai Rp20 ribu, tapi ini tiba-tiba naik drastis,” katanya.

Hal serupa dirasakan warga Kecamatan Citeureup, Munawaroh. Menurut ibu rumah tangga yang berjualan gorengan itu, harga gas elpiji ukuran 3 kg mengalami kelangkaan pada H+1 Lebaran.

“Kalau saya sudah tahu pas Lebaran, ketahuannya pas saya lagi goreng-goreng eh gasnya habis. Terus saya cari ke mana-mana nggak ada, terpaksa pakai gas di rumah dulu. Tapi sekarang sudah nemu lagi, harganya malah naik jadi Rp27 ribu,” tuturnya.

Menanggapi adanya kelangkaan dan kenaikan gas elpiji 3 kg, Ketua Hiswana Migas Bogor, Asep, mengklaim pasokan gas aman. Harga setiap satuan pada agen pun tidak ada peningkatan. Agus menampik dugaan adanya permainan harga dan penimbunan gas oknum tertentu.

“Nggak ada kenaikan dan nggak ada kelangkaan. Kita pastikan untuk gas elpiji 3 kg itu aman. Harga ke pangkalan juga aman Rp16.000. Sementara penyediaan gas per hari untuk Kabupaten Bogor mencapai 110.000 tabung. Jadi, saya pastikan nggak ada kenaikan dan kelangkaan,” jelasnya. (bdn/els/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *