Bupati Bogor Geram Rhoma Irama Tetap Manggung di Tengah Pandemi

by -

METROPOLITAN.id – Raja dangdut Indonesia Rhoma Irama manggung di acara hajatan di Pamijahan, Kabupaten Bogor, Minggu (28/6).

Padahal sebelumnya, Rhoma Irama sempat mengunggah video di akun Facebooknya berupa penjelasan pembatalan konser di acara hajatan tersebut. Sebab, Bogor masih menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk menekan penyebaran virus corona atau covid-19.

Kondisi ini kemudian membuat Bupati Bogor Ade Yasin geram. Perempuan yang juga Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Bogor ini meminta aparat bertindak tegas.

Dalam acara tersebut, Rhoma Irama hadir dalam kapasitas sebagai tamu undangan, namun ia tetap menyanyikan beberapa lagu sehingga mengundang keramaian. Bahkan, turut hadir beberapa artis lain seperti Rita Sugiarto, Yunita Ababil, Wawa Marissa, Caca Handika, Yus Yunus dan beberapa artis ibu kota lainnya.

Padahal Kabupaten Bogor masih dalam masa PSBB Proporsional hingga 2 Juli mendatang.

Menurut Ade Yasin, Gugus Tugas sudah bersikap tegas dengan mengirimkan surat peringatan agar Bung Rhoma tidak tampil dan segala bentuk hiburan ditiadakan karena bisa mengundang keramaian.

“Namun kenyataan beberapa acara tetap digelar, tidak mengindahkan peraturan Pemkab Bogor yang tertuang dalam Perbup No. 35 tahun 2020,” ujar Ade Yasin, Minggu (28/6) malam.

Ia pun meminta semuanya diproses hukum, tidak pandang bulu siapapun orang yg melanggar aturan.

“angan sampai Kabupaten Bogor menjadi epicentrum Covid-19 karena ulah orang-orang yang tidak bertanggung jawab,” tandasnya.

Sebelumnya, pada 25 Juni lalu, Kapolres Bogor AKBP Roland memastikan Rhoma Irama tidak akan melakukan pentas selama pandemi virus corona di Bogor.

Hal ini diketahui berdasarkan hasil konfirmasi yang telah dilakukan pada hari Kamis (25/06).

“Rhoma Irama sudah memberikan statement bahwa beliau tidak akan datang serta melakukan pentas di Kecamatan Pamijahan. Karena beliaupun sudah mengetahui kondisi yang ada saat ini, dan kami mengucapkan terima kasih kepada beliau,” kata Roland, Kamis (25/6).

Menurutnya, perlu diketahui bersama bahwa Kabupaten Bogor saat ini belum New Normal, namun masih PSBB proporsional.

“Jadi kami berharap kepada masyarakat juga turut memahaminya, karena angka Covid-19 di Kabupaten Bogor belum mengalami penurunan yang drastis”, tandasnya.

Rhoma irama juga sempag mengunggah video video berdurasi tiga menit sembilan detik yang berisi tanggapan atas pelarangan konser di Bogor saat pandemi virus corona.

Video tersebut diunggah pada Rabu (24/6) malam sekitar pukul 21.52 WIB. Dalam video itu, Rhoma bercerita bahwa rencana konser dibuat sejak dua bulan lalu. Saat itu, pemilik hajat yang disebut Surya Atmaja mengharapkan hadirnya Soneta Group pada 28 Juni di acara khitanan anaknya.

“Memang pertama Pak Surya Atmaja mengharapkan akan hadirnya Soneta Group pada 28 Juni mendatang pada acara khitanan, pada saat itu sekitar dua bulan yang lalu,” kata Rhoma Irama memulai penjelasan.

Penentuan tanggal saat itu dengan harapan pandemi virus corona telah selesai dan suasana kembali kondusif. Akan tetapi, pandemi ternyata belum juga usai hingga saat ini.

Dengan kondisi seperti ini, Rhoma mengaku Soneta Group dan Surya Atmaja jelas akan membatalkan konser tersebut. Konser akan dijadwal ulang hingga situasi memungkinkan.

“Harapan saat itu covid-19 telah selesai, bahwa suasana sudah kondusif. Tapi ternyata wabah covid-19 belum selesai. Tentunya kami dari Soneta dan Surya pasti akan membatalkan dan menjadwalkan lagi penampilan Soneta. alApa lagi sekarang sudah ada pernyataan resmi dari Pemerintah Kabupaten Bogor dan Gugus Tugas bahwa tidak mendapatkan izin penampilan,” terangnya.

Atas keputusan itu, Rhoma Irama meminta para penggemarnya bisa memaklumi. Ia juga meminta semua menghormati anjuran pemerintah untuk tidak menciptakan keramaian saat pandemi corona.

“Kepada fans Soneta dimohon dimaklumi tidak bisa tampil tanggal 28 juni, Insyaallah kalau sudah kondusif kita akan tampil di Pamijahan. Mari kita hormati anjuran pemerintah, tidak boleh mengadakan keramaian pada saat covid-19 masih mewabah,” tandas Rhoma Irama.

Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Bogor pun dengan tegas tak mengizinkan konser tersebut.

Bupati Bogor Ade Yasin yang juga Ketua Gugus Tugas keberatan jika konser tersebut terlaksana, sebab saat ini Kabupaten Bogor masih PSBB Proporsional.

“Mohon bersabar dulu sampai pandemi ini berakhir, jadi saya minta agar konser tersebut dijadwalkan ulang nanti setelah suasana kondusif, lagipula khawatir terjadi penularan virus semakin meluas,” ujar Ade Yasin, Rabu (24/6). (fin)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *