Dewan Desak Inspektorat Periksa Penyunat Dana BLT Cikeasudik

by -

METROPOLITAN – Dugaan pemotongan dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) Desa Cikeasudik, Kecamatan Gunungputri, mendapat sorotan dari anggota Komisi II DPRD Kabupaten Bogor, Mochamad Hanafi. Ia menyebut tindakan pemotongan hak warga yang membutuhkan di masa kenormalan baru atau New Normal sangat memprihatinkan.

Ia menyebut terdapat sebelas Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Ddana BLT di wilayah RW 06 yang hanya menerima Rp500 ribu. Untuk di wilayah RW 07 sebanyak 13 KPM yang mengalami hal sama. “Di sana dipotong juga sama. Hanya saja Rp50.000 per orang,” ungkapnya.

Ia menuturkan, jumlah KPM Desa Cikeasudik, bedasarkan data desa 174 orang. Dengan jumlah dana yang seharusnya diterima selama tiga bulan yakni Rp600 ribu. “Untuk lebih jelasnya ini saya tidak tahu karena tidak dipublikasikan,” bebernya yang juga berdomisili di Desa Cikeasudik.

Ia menegaskan peristiwa pemotongan dana bantuan seperti ini bukan menjadi yang pertama. Sehingga pihak berwenang diminta segera mengambil tindakan kepada oknum (pemotong, red) tersebut. “Terutama kepada inspektorat untuk melakukan pemeriksaan kepada oknum tersebut sesuai kewenangannya,” tandasnya.

Sebelumnya, Sekretaris Desa Cikeasudik Imam Artha Kusuma membenarkan penyaluran dana bantuan diwakilkan BPD pada 25 Juni lalu. Pemberian dana bantuan tersebut pun didampingi ketua RT dan RW setempat.

Meski demikian, ia menepis bahwa terjadi pemotongan dari Rp600 ribu menjadi Rp500 ribu. Menurutnya, tidak terjadi pencatutan dana sebanyak Rp100 ribu saat ini. “Tidak ada pemotongan sama sekali. Kalaupun ada, siapa yang memotongnya,” tegasnya.

Penentuan KPM, sambungnya, telah ditentukan sesuai musyawarah desa maupun dusun. Berikut hasil didapatkan dari kesepakatan seluruh aparatur di tiap wilayah seperti RT, RW, juga BPD Cikeasudik. “Penerima BLT juga melalui Musdesus dengan RT, RW, juga BPD,” pungkasnya. (reg/rb/els/run

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *