Duh! Masih Ada Tenant Bandel saat PSBB Proporsional

by -

METROPOLITAN – Kepatuhan warga dan pengusaha di Bogor terhadap aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Proporsional Parsial rupanya masih per­lu ditingkatkan. Pasalnya, di lapangan masih banyak masyarakat yang tidak meng­indahkan protokol kesehatan saat keluar rumah hingga sektor usaha yang ’nyolong-nyolong’ beroperasi padahal bukan ter­masuk yang sudah diperbolehkan bero­perasi dengan syarat.

Seperti saat Gugus Tugas Covid-19 Ka­bupaten Bogor melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kabupa­ten Bogor menyambangi beberapa mal dan pusat perbelanjaan modern yang sudah diperbolehkan beroperasi dengan protokol kese­hatan, untuk mengawasi kepatuhan menjalankan atu­ran. Meskipun sebagian besar sudah mengikuti aturan, namun ada yang kedapatan membandel.­

”Sejauh ini kan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor sudah membolehkan 27 pu­sat perbelanjaan modern untuk buka dengan protokol kesehatan, mulai dari mal hingga supermarket. Nah kita lakukan monitoring dan evaluasi ke lapangan,” kata Kepala Disperdagin Kabupa­ten Bogor Nuradi kepada Metropolitan.

Hasilnya dari beberapa mal dan supermarket yang disidak beberapa hari terakhir, Nu­radi menyebut masih ada pelanggaran yang terjadi. Seperti beroperasinya tenant yang belum diizinkan pada mal. Meskipun secara umum sudah mulai menerapkan protokol kesehatan dari Pem­kab Bogor, mulai dari menge­cek suhu tubuh sebelum masuk, mencuci tangan dan menjaga jarak alias physical distancing.

”Tapi memang masih ada yang masih melanggar. Mis­alnya di CCM, ada salon yang sudah buka. Nah itu kan belum diperbolehkan. Ya sama se­perti barber shop yang belum boleh juga. Meskipun sejauh ini sudah lengkap,” ucapnya.

Selain CCM, mantan sekre­taris DPRD Kabupaten Bogor itu menambahkan, monitoring dan evaluasi juga dilakukan ke berbagai pusat perbelan­jaan lain hingga 2 Juli men­datang. Seperti Metropolitan Mall Cileungsi hingga IKEA Babakanmadang yang sudah beroperasi dan diminta me­nerapkan protokol kesehatan.

”Kami juga sudah cek ke Bellanova, yang rencananya akan segera buka. Ini akan terus kita lakukan sampai 2 Juli nanti. Sambil lihat per­kembangannya. Yang jelas kami konsen ke monitoring mal dan pusat belanja lainnya ya. Sesuai tugas dari pimpinan mengenai perdagangan dan industri yang kembali di bu­ka di masa PSBB Proporsional Parsial itu,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Marke­ting Communication CCM Farah B Tropera menyebut selain dipelototi Pemkab Bo­gor melalui Gugus Tugas Co­vid-19, pihaknya juga mela­kukan pengawasan secara internal di lapangan oleh keamanan. Selain itu ada juga tim bentukan manajemen, bergiliran untuk pengawasan.

”Pengawasan di lapangan oleh sekuriti dan ada tim ben­tukan dari manajemen yang bergiliran untuk pengawasan. Untuk kontrol tenant ada di departemen TR (Tenant Rela­tion). Jadi kalau ada penegu­ran tertulis jika teguran lisan tidak diindahkan, dari TR keluarnya,” ujar Farah.

Sementara itu, Wakil Bu­pati Bogor Iwan Setiawan mengingatkan tim terpadu sudah dibentuk untuk menga­wasi pusat-pusat keramaian agar menerapkan protokol kesehatan karena diizinkan beroperasi kembali. Jangan sampai ketika sudah mulai longgar, kurva kasus positif baru malah meningkat. ”Ma­kanya harus diawasi terus. Kalau malah makin mening­kat, kita tidak bisa ke New Normal,” katanya.

Tim tersebut bekerja sesuai bidang, misalnya sektor in­dustri jasa seperti hiburan, restoran dan hotel dipimpin Dinas Kebudayaan dan Pari­wisata (Disbudpar). Kemu­dian industri dan perdagang­an dipimpin Disperdagin. ”Tapi yang selalu melekat itu Dinas Kesehatan dan Satpol PP. Ini sosialisasikan terus untuk menekan angka repro­duksi efektif kita di bawah satu,” pungkasnya. (ryn/c/rez/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *