Goa Lalay Klapanunggal ’Tarik’ Wisatawan Lokal

by -

METROPOLITAN – Goa La­lay di Desa Klapanunggal, Kabupaten Bogor, kini men­jadi daya tarik wisatawan ke bekas galian tambang gunung kapur itu. Goa yang terletak di Desa Klapanunggal itu me­miliki kedalaman sekitar 100 meter dan memiliki beberapa ruang lebar 5 hingga 10 meter.

Goa Lalay Klapanunggal ter­bentuk secara alami, sama seperti goa karst lain. Peng­unjung ke Goa Lalay harus menggunakan perahu karet karena jalur masuk tergenang air dengan kedalaman sekitar 2 meter. ”Ini untuk sementara dikelola oleh karang taruna di sini dan BUMDes (Badan Usaha Milik Desa),” ucap Ke­tua BUMDes, Saep.

Saep mengatakan, saat ini Goa Lalay Klapanunggal belum sepenuhnya dibuka karena masih dalam tahap konstruk­si. Pengelola ingin merapikan kawasan itu sekaligus memas­tikan keamanan para peng­unjung. Sebab area itu meru­pakan bekas pertambangan sehingga selaku pengelola perlu membenahi dan me­mastikan tidak ada bebatuan rapuh atau lapuk yang bisa mengakibatkan longsor atau ambrol. ”Kita baru jalan enam bulan ini konstruksinya, tapi pengunjung sudah berdatan­gan saja. Tapi banyaknya pen­gunjung lokal,” kata Saep.

Saep menyebut sebelumnya area sekitar Goa Lalay adalah area pertambangan aktif, namun Pemerintah Desa Kla­panunggal dan warga setem­pat meminta Perhutani seba­gai pemilik lahan untuk men­jadikannya tempat wisata. Saep menjelaskan, Goa Lalay Kla­panunggal juga satu garis dengan megakarst yang masuk Kawasan Bentangan Alam Karst atau KBAK. ”Jadi selain kami mengoptimalkan jadi tempat wisata, kami pun turut men­jaga dan melestarikan mega­karst dari aktivitas per­tambangan liar,” tandas Saep. (tem/els/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *