Imbas Covid-19, Pemilik Kosan di Dramaga Gigit Jari

by -

METROPOLITAN – Sejum­lah pemilik kos-kosan di Desa Babakan, Kecamatan Dramaga, menjerit. Ini lan­taran banyak penghuni kos-kosan yang tidak membayar kos alias nunggak.

Ketua Paguyuban Pemilik Kos/Kontrakan Mahasiswa IPB University (PPKM IPB), Rohandi, mengatakan, pen­gusaha jasa kos-kosan yang tergabung di PPKM–IPB ini totalnya 70 orang. Hampir semua anggota PPKM-IPB mengeluhkan omzet kos-kosan yang menurun akibat liburnya mahasiswa IPB.

Selama ini penghuni kos-kosan di Desa Babakan keba­nyakan mahasiswa IPB. Ke­tika mahasiswa libur, kos-kosan sepi karena tidak di­tempati. Akibatnya, banyak mahasiswa yang belum bayar kos-kosan. ”Bulan ini seharusnya mahasiswa sudah banyak yang bayar kos-kosan. Ini malah belum ada. Dam­paknya pemilik kos-kosan pada nangis,” ujarnya.

mengungkapkan, pemilik kosan yang tergabung dalam PPKM-IPB sepakat membe­rikan kebijakan kepada pen­ghuni kos-kosan dengan memberikan diskon 15 persen. “Walaupun kamarnya tidak ditempati, masih ada barang milik penghuni kos-kosan. Selain itu, setiap bulan kita juga bayar listrik, pam dan petugas jaga,” ungkapnya.

Pengelola Kos-kosan, Ahmad Yani, menuturkan, sejak ak­tivitas mahasiswa diliburkan, kos-kosan kosong dan tak berpenghuni. Padahal, Juni ini penghuni kos-kosan wak­tunya bayar per tahun, namun belum ada yang bayar.

”Belum ada satu pun yang bayar. Harusnya Juni ini pe­milik kos-kosan panen, eh sekarang malah gigit jari,” keluhnya.

Yani mengakui total ada 17 kamar yang dikontrakkan ke mahasiswa. Dari 17 kamar, belum ada satu pun yang membayar.

Sedangkan iuran listrik, pam dan perawatan dibebankan ke pemilik kos-kosan, bukan ke penghuni kos-kosan. ”Ha­rusnya omzet tahun ini seki­tar Rp80 juta,” tukasnya. (ads/c/feb/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *