Jadi Tahanan Gunungsindur, Penusuk Wiranto Dituntut 16 Tahun

by -

METROPOLITAN – Masih ingat dengan kasus penusukan mantan Menko Polhukam Wiranto? Pelaku penusukan, Syahrial Alamsyah alias Abu Rara, dituntut 16 tahun penjara pada sidang kemarin. ”Sidang tuntutannya sudah digelar 11 Juni 2020. Terdakwa Syahrial Alamsyah alias Abu Rara pidana penjara selama 16 tahun penjara, dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan,” kata Kasie Intel Kejaksaan Negeri Jakarta Barat, Edwin Beslar.

Edwin Beslar menerangkan, Jaksa menyatakan terdakwa bersalah secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana terorisme. ”Abu Rara terbukti melanggar Pasal 15 Jo Pasal 16 jo Pasal 16 A Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme,” ujarnya.

Edwin mengatakan, tuntutan jaksa berkait dengan terbuktinya tindakan dari pelaku. Dalam penusukan Wiranto, ada dua terdakwa lainnya yang terlibat. Keduanya Fitri Diana alias Fitri Adriana selama 12 tahun penjara dan Samsudin alias Abu Basilah selama tujuh tahun penjara. Edwin mengatakan, persidangan akan dilanjutkan dengan pembacaan pleidoi pada 18 Mei 2020. Sidang akan dilakukan secara daring. Saat ini, para terdakwa ditahan di Rutan Gunungsindur. ”Tuntutannya AR 16 tahun dikurangi masa tahanan terdakwa,” kata Edwin.

Wiranto ditusuk Abu Rara saat kunjungan kerja di Desa Purwaraja, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, Banten, Kamis (10/10/2019). Persisnya peristiwa penusukan terjadi menjelang pelantikan Joko Widodo sebagai Presiden RI periode kedua. Saat ini, Wiranto merupakan Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). Pelaku penusukan diduga simpatisan ISIS melalui Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Cirebon atau JAD Sumatra. Wiranto terluka di bagian perut akibat penusukan tersebut.

Edwin menerangkan, sidang lanjutan kasus penusukan Wiranto akan digelar pada Kamis, 18 Juni 2020 mendatang. ”Agendanya pledoi (pembelaan) dari penasihat hukum para terdakwa,” ucapnya. (lip/trt/els/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *