Jokowi Murka, Insentif Nakes Baru Terserap 4,68 Persen

by -

METROPOLITAN – Presiden Joko Widodo menegur keras Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto terkait percepatan pencairan insentif bagi tenaga kesehatan (nakes). Sindiran itu disampaikan Jokowi saat memimpin rapat terbatas dengan topik pembahasan percepatan penanganan dampak pandemi Covid-19 di Istana Mer­deka, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, kemarin.

”Saya minta agar pembayaran reimbursement untuk pelayanan kesehatan yang berkaitan dengan Covid-19 ini dipercepat pencairannya,” kata Jokowi.

Jokowi mengaku tak ingin mendengar ada keluhan bahwa insentif maupun bantuan ke­pada tenaga medis tidak di­berikan pada waktunya. Apa­bila ada prosedur yang men­ghambat, Jokowi meminta hal itu segera dihilangkan.

”Jangan sampai ada keluhan yang meninggal. Harus se­gera, bantuan santunan itu harus. Mestinya begitu me­ninggal, bantuan itu langsung keluar. Prosedur di Kemenkes jangan sampai bertele-tele. Kalau aturan berbelit ya di­sederhanakan,” ingatnya.

Jokowi mengaku masih tak habis pikir dengan soal pen­cairan lamban bantuan mau­pun insentif kepada tenaga medis yang selama ini men­jadi garda terdepan dalam upaya menangani wabah Covid-19. ”Mau nunggu apa lagi ini? Anggarannya sudah ada,” tegas Jokowi.

Sementara itu, menteri keu­angan (menkeu) memaparkan realisasi terbaru dari angga­ran Pemulihan Ekonomi Na­sional (PEN) untuk insentif di bidang kesehatan. Dari total anggaran sebesar Rp87,55 triliun, sudah tersalurkan se­banyak 4,68 persen.

Hal itu disampaikan Sri Mulyani saat melakukan rapat kerja dengan Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI), kemarin. ”Update mengenai realisasi dan PEN, untuk kese­hatan sudah terealisasikan 4,68 persen,” ujarnya di ruang rapat Komisi XI. (cnb/rez/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *