Kualitas Beras Bansos Disebut Buruk, Mapancas Ultimatum Bulog

by -

METROPOLITAN – Kualitas beras bulog sebagai bantuan sosial di tengah pandemi Corona menjadi sorotan Dewan Pimpinan Daerah mahasiswa Pancasila kota Bogor Fathullah Fawaid. Pihaknya bahkan langsung melayangkan surat kepada Bulog sebagai bentuk ultimatum.

“Kami surati kepala gudang bulog sebagai bentuk keprihatinan kami terhadap kualitas beras yang diterima masyarakat, khususnya masyarakat Kabupaten Bogor.Anggota dan kader kami banyak tersebar di wilayah Kabupaten Bogor. Memperihatinkan melihat kejadian ini. Maka kami sampaikan surat untuk memperoleh keterangan langsung dari pihak gudang bulog Bogor,” kata dia.

Menurut pria yang akrab di sapa sihol ini hak dan kewajiban sebagaimana diatur dalam Undang-undang nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen terabaikan  pihak Bulog selaku pengelola dan pelaku usaha.

Fathullah Fawaid (Sihol)

“Ini Pemkab Bogor kan membeli ke Bulog pakai uang rakyat dan untuk rakyat. Tapi hasilnya tidak layak. Kalau kita melihat ke peraturan perundang-undangan maka seharusnya pihak Bulog wajib mengganti rugi, beras dengan harga Rp10 ribu lebih di warung itu harusnya cukup bagus kalau kita bandingkan dengan yang ada di warung, ” tambahnya.

Pihaknya menuntut Pemkab Bogor tegas dalam hal ini. Diantaranya Mengevaluasi MOU dengan Bulog, sebagaimana aturan perundang-undangan.

“Maka dua poin yang ingin kami sampaikan, pertama Bulog wajib bertanggung jawab, kedua ini harus di evaluasi, jangan sampai ada persekongkolan jahat yang mengorbankan masyarakat. Kami  akan kawal ini dan menunggu waktu audiensi dalam tempo secepatnya, sebelum kami bertindak lebih lanjut,” ketusnya.

Sementara itu, Kepala Perum Bulog Sub-Divre Cianjur, Rahmatullah mengaku   sudah menyalurkan tahap pertama dan tidak ada kandala di lapangan.

“Ada sedikit keluhan tapi hanya sebagian kecil. Seluruh kecamatan di Kabupeten Bogor menerima dan berterima kasih kepada Bupati perihal bantuan bansos beras medium Kabupaten Bogor,”katanya ketika dikonfirmasi Metropolitan melalui WhatsApp.

Disinggung mengenak tanggapan terkait surat yang dilayangkan Mapancas, Rahmatullah terkesan enggan memberikan tanggapan. “Saran saya tidak usah surat di atas (Surat Mapancas, red) dimasukkan dalam pemberitaan. Sudah selesai penyalurannya dan tidak ada kendala di lapangan. Sebaiknya yg diangkat topik lain yg kebaharuannya lebih baru. Saya tidak dalam posisi menanggapi surat diatas, ” kilahnya. (suf)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *