Kualitas Jelek, Beras Bantuan Bisa Ditukar ke Bulog Dramaga

by -

METROPOLITAN – Ban­tuan sosial (bansos) Pemerin­tah Kabupaten (Pemkab) Bogor untuk warga terdam­pak pandemi virus corona atau Covid-19 berupa beras sempat dikeluhkan sejumlah warga.

Sebab, ada warga penerima bansos yang mendapatkan beras dengan kualitas jelek. Beras tersebut didistribusi­kan setiap bulan dengan jatah 30 kilogram per Ke­pala Keluarga (KK) penerima manfaat.

Untuk pengadaan beras sendiri, Pemkab Bogor meng­gandeng gudang Bulog Dra­maga. Menindaklanjuti te­muan tersebut, pihak Bulog bakal melakukan evaluasi mulai dari pendistribusian hingga menyiapkan gudang tambahan untuk menjaga kualitas beras agar tetap ba­gus.

“Kalau ada beras bansos yang kualitasnya kurang baik bisa ditukarkan ke Bulog Dramaga dan kita bakal ganti dengan beras baru,” ujar pimpinan wilayah Perum Bulog Jabar, Benhur Ngkai­mi, usai menggelar Uji Tanak dan Makan Bersama Beras Bansos di gudang Bulog Dra­maga, Kabupaten Bogor, Selasa (2/6).

Benhur mengaku sudah satu bulan Bulog Dramaga mendapatkan amanat dari Pemkab Bogor untuk men­distribusikan beras bansos. Karena penyaluran beras bansos ini berjalan tiga bu­lan, Bulog Dramaga bakal melakukan evaluasi dan menyempurnakan pendist­ribusian beras bansos. “Se­suai tugasnya, Bulog lebih bertanggung jawab ke ma­salah kualitas beras. Kemun­gkinan itu yang bakal die­valuasi bersama Pemkab Bogor,” katanya.

Walaupun yang disalurkan beras medium, sambung dia, tetap layak dikonsumsi. Me­ski begitu, ia tidak memun­gkiri ada beberapa beras yang didistribusikan dengan kon­disi kurang baik, seperti di Desa Cihideungudik. Ada sepuluh karung beras dengan kualitas kurang baik, namun sudah ditukarkan.

Lalu di Desa Cibanteng ada 30 karung beras bansos yang mengalami kerusakan di bagian jahitan dan sudah ditukarkan. “Adanya pendist­ribusian beras bansos yang kualitasnya kurang baik di­sebabkan human error,” tu­turnya.

Benhur menjelaskan, beras bansos yang masuk ke gudang Bulog merupakan beras stok akhir 2019. Artinya, beras tersebut berada di gudang baru sekitar lima bulan. Se­cara teori tentu tidak sama dengan kualitas beras bansos dengan beras yang baru di­panen.

“Kita akan perbanyak jum­lah produksi gudangnya. Kita akan siapkan gudang lain, seperti di Karawang, Indramayu dan Bandung. Jadi, kita tidak akan memaksa­kan kapasitas produksi dan kualitas beras lebih baik,” tukasnya. (ads/b/fin/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *