Lawan Polisi saat New Normal Terancam Dipenjara

by -

METROPOLITAN – Kepo­lisian Negara Republik Indo­nesia (Polri) menerjunkan 77.897 personel untuk menga­mankan dan mengawal pe­merintah dalam memastikan protokol kesehatan pencega­han Covid-19 dipatuhi selama masa transisi menuju new normal di Indonesia.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri, Brigjen Pol Awi Setyono, mengatakan, personel tersebut akan di­bagi ke beberapa kategori daerah sesuai tingkat penye­baran Covid-19 di Indonesia. Untuk daerah penyebaran kategori hijau ada 7.550 per­sonel yang disiagakan, daerah berwarna kuning ada 8.981 personel, warna oranye 35.830 personel dan daerah yang masuk kategori penyebaran berwarna merah ada 25.536 personel Polri. ”Polri telah menyiapkan pengamanan masa transisi menuju new normal dengan melibatkan personel sebanyak 77.897 personel,” kata Awi.

Meskipun Maklumat Ka­polri telah dicabut, sambung Awi, polri tetap akan menga­wal kebijakan new normal pemerintah hingga selesai. Polri tetap akan mengawasi sekaligus mendisiplinkan masyarakat agar tetap mema­tuhi protokol kesehatan Co­vid-19 selama masa transisi menuju tatanan kenormalan baru atau new normal. ”Kami mengimbau seluruh masy­arakat berperilaku hidup ber­sih dan sehat, rajin mencuci tangan, menjaga jarak dan membudayakan mengguna­kan masker,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Ba­gian Penerangan Umum (Ka­bag Penum) Polri, Kombes Ahmad Ramadhan, menam­bahkan, polri akan menge­depankan upaya persuasif kepada warga selama new normal. Namun bagi masy­arakat yang melanggar aturan atau melawan petugas bisa dikenakan Pasal 212 KUHP, dengan ancaman pidana penjara paling lama 1 tahun 4 bulan atau denda paling banyak Rp4.500.

“Pengerahan personel TNI-Polri pada era kenormalan baru atau new normal ini bukan untuk penegakan hu­kum, melainkan untuk mengedukasi masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan sebagai upaya mencegah penyebaran Co­vid-19,” katanya. (bis/kps/els/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *