Pasar Tradisional Jadi Prioritas Tes Swab

by -

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor akan kembali menggalakkan tes swab di pasar tradisional, setelah melihat kasus Pasar Cileungsi terbukti menjadi salah satu klaster penyebaran Covid-19.

BUPATI Bogor Ade Yasin mengaku pihaknya tengah menyusun rencana tes swab itu. Ia tak menampik pasar dengan kerumunannya bisa menjadi sumber penyebaran wabah Covid-19. Apalagi orang-orang tanpa gejala itu bisa menyebarkannya hingga ke lingkungan keluarga.

“Sedang kami rencanakan (tes swab lagi, red).Dan itu jadi prioritas kami. Kalau swab kan beda dengan rapid test. Kalau rapid test hasilnya langs­ung ketahuan dan cukup mudah. Swab kan ada proses,” kata Ade Yasin.

Ia menyebut pengambilan sampel swab butuh proses yang tidak sebentar. Contoh­nya saja, lanjut Ade, peme­riksaan sampel swab yang dilakukan dari Stasiun Bojong­gede butuh waktu beberapa hari untuk bisa selesai.

“Kami kan sudah ada kerja sama dengan IPB untuk tes PCR. Tapi kan bisanya cuma 30 sampel dalam sehari. Se­mentara waktu itu di stasiun kami melakukan tes kepada sekira 300 orang. Berarti harus beberapa waktu untuk dapat hasilnya,” kata Ade yang juga ketua Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Bogor.

Setelah Pasar Cileungsi men­jadi klaster, pihaknya pun langsung menutup pusat per­belanjaan tradisional itu. Penutupan itu diikuti dengan proses sterilisasi area pasar hingga PSBB berakhir. “Supaya nanti para pedagang dan pem­beli yang masuk, sudah dalam keadaan bersih dan steril,” pungkas Ade. (rb/feb/run)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *