Pedagang: Lapak Kami tidak Layak!

by -

Proses relokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) Lawangseketeng dan Jalan Pedati memasuki babak baru. Kini drama penolakan kembali mencuat akibat lapak pedagang yang berikan kepada pedagang dinilai tidak layak. Alhasil, kemarin puluhan pedagang menggeruduk Pasar Bogor.

PKL Lawangseketeng, Itang, mengaku tidak dapat mene­rima lapak yang disediakan pihak pasar. Sebab, berdasar­kan hitungannya, lapak yang disediakan di lantai 3 Pasar Bogor ini hanya berukuran 1×1 meter.

”Selain lapak yang tidak layak, kami juga tidak tertam­pung semua di sini. Infonya, kami akan dipindahkan ke Pasar Sukasari dan Pasar Cum­pok. Ini kan ngaco,” katanya kepada Metropolitan saat ditemui di Pasar Bogor, Se­lasa (2/6).

Tak hanya itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor juga di­nilai melakukan kecurangan dalam proses relokasi. Di ma­na dalam tim percepatan relo­kasi tidak ada unsur PKL yang dilibatkan. Padahal, Wali Kota Bogor, Bima Arya, sudah ber­janji akan melibatkan perwa­kilan PKL dalam proses relo­kasi. ”Kalau ngaco begini kami menolak direlokasi,” sambung­nya.

Di lokasi yang sama, Kanit Pasar Bogor, Untung Tam­pubolon, mengaku akan menyampaikan berbagai keluhan PKL kepada pimpi­nan. Namun, ia berharap, dari 439 lapak yang disedia­kan bisa diisi dulu oleh pe­dagang agar status PKL be­rubah menjadi pedagang binaan Perumda Pasar Pa­kuan Jaya. ”Sejauh ini yang mendaftar baru 250 peda­gang. Kami imbau kepada pedagang mengambil dulu tempatnya,” terangnya.

Terkait lapak pedagang, Pe­rumda PPJ memang meny­ediakan lapak dengan ukuran minimalis, yaitu 1,5 meter dikali 1,25 meter. Hal ini di­karenakan keterbatasan lahan di Pasar Bogor.

Meski begitu, Direktur Pe­rumda PPJ, Muzakkir, men­jamin seluruh pedagang yang direlokasi tidak akan dipungut biaya apa pun empat bulan ke depan. ”Semua gratis dan tidak ada pungutan biaya apa pun bagi pedagang yang direlokasi. Kami menjamin dan tak akan ada pungli apa pun di Pasar Bogor,” terang­nya.

Sebelumnya, Pemkot Bogor melakukan penertiban ber­skala besar yang melibatkan ratusan aparat gabungan yang dipimpin Wali Kota Bogor, Bima Arya.

”Selain membuat para pe­dagang menjadi lebih nyaman dan aman berjualan, teru­tama di tengah pandemi Co­vid-19, sehingga tak ada pe­numpukan manusia di tengah pasar,” kata Bima Arya di lo­kasi pada Selasa (26/5).

Menurutnya, kedua ruas jalan tersebut menjadi salah satu lokasi penumpukan ma­nusia. ”Kita turun semua un­tuk menertibkan. Para peda­gang juga sepakat masuk ke dalam pasar. Jika sudah dita­rik ke dalam, Insya Allah akan lebih cair lagi. Itu intinya. Selain itu, dengan dibersih­kannya kedua ruas jalan ter­sebut juga untuk mengurangi kemungkinan penularan Co­vid-19,” ungkapnya. (dil/b/mam/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *