Penularan Corona di Bogor Masih Tinggi, New Normal Nanti Dulu

by -

METROPOLITAN.id – Penularan virus corona atau covid-19 di Kabupaten Bogor disebut masih tinggi.

Tingkat penularan virus Corona ini direpresentasikan dalam angka reproduksi efektif (Rt).

Dihimpun dari berbagai sumber, angka Rt merupakan tingkat orang yang tertular dari satu orang positif Covid-19.

Sebagai contoh, jika angka Rt = 2, berarti satu pasien berpotensi menulari rata-rata dua orang, Rt = 3 berarti satu pasien berpotensi menulari rata-rata tiga orang, dan seterusnya. Artinya, angka reproduksi efektif ideal berada di bawah 1.

Bupati Bogor Ade Yasin mengatakan, data terakhir, angka Rt di Kabupaten Bogor masih di atas 1, tepatnya 1,8.

Menurutnya, angka tersebut masih jauh dari harapan. Ade Yasin ingin Rt di Kabupaten Bogor terus turun hingga di bawah satu.

Sebab, untuk bisa menerapkan kenormalan baru atau new normal, angka Rt harus di bawah 1.

Artinya, jika sampai penghujung masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Proporsional pada 2 Juli mendatang Rt-nya masih di atas 1, penerapan New Normal masih nanti dulu atau belum bisa dilakukan.

“Terakhir masih di atas satu. 1,8. Masih jauh,” kata Ade Yasin usai memantau rapid test massal di Pasar Cibinong, Rabu (17/6).

Untuk itu, ia menilai perlu dilakukan tes massif terus menerus. Tujuannya, mengetahui potensi penyebaran dan kemungkinan klaster baru.

“Makannya kita adakan tes massif seperti hari ini,” terangnya.

Meski sejumlah sektor mulai dibolehkan beroperasi kembali di PSBB Proporsional ini, pembatasan tetap dilakukan untuk menekan penyebaran virus corona.

“PSBB atau tidak setelah ini, yang jelas kita sudah lakukan pembatasan. Penerapan protokol kesehatan juga akan terus dilakukan,” pungkas Ade Yasin.

Data Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Bogor hingga Selasa (16/6) pukul 19.00 WIB, kasus positif corona di Kabupaten Bogor tembus 303 kasus. 16 di antaranya meninggal dunia dan 65 lainnya dinyatakan sembuh. (fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *