Protokol Kesehatan di Yogya Bogor Masih Kurang Lengkap

by -

METROPOLITAN.id – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Bogor melakukan inspeksi mendadak (sidak) dan pengecekan kesiapan protokol kesehatan di pusat perbelanjaan.

Kali ini, sidang dilakukan di Plaza Indah Bogor atau yang lebih dikenal sebagai supermarket Yogya di Jalan Soleh Iskandar, Kecamatan Tanahsareal, Kota Bogor, Selasa (30/6).

Kabid Tertib Niaga pada Disperindag Kota Bogor, Uju Juyono mengatakan, masih banyak kekurangan yang harus dilengkapi pihak pengelola gedung.

Di antaranya pembuatan jalur khusus pengunjung, baik marka jalan atau pembatas jalan, harus disediakannya sarung tangan plastik bagi para pengunjung, pembayaran secara cashless atau non tunai dan memasang CCTV yang terkoneksi langsung ke Balai Kota Bogor.

“Jadi sarung tangan ini menjadi penting, sebab para pengunjung nantinya akan memegang-megang barang, di situ ada potensi penyebaran virus Corona,” kata Uju, Selasa (30/6).

Untuk itu, Uju memberikan waktu selama tujuh hari kepada pengelola untuk mempersiapkan kembali protokol kesehatan. Nantinya, protokol tersebut akan dievaluasi kembali oleh Wali Kota Bogor Bima Arya.

Sementara itu, Building Manager Yogya, Sugiarto mengaku pihaknya akan segera membenahi dan menjalankan anjuran yang diberikan oleh Disperindag Kota Bogor.

Bahkan, ia juga mengatakan salah satu poin utama seperti pembayaran secara cashless sudah 70 persen berjalan di pusat perbelanjaan Yogya.

“Memang dibandingkan dengan yang membayar tunai, yang membayar pakai kartu ATM sudah cukup banyak, sekitar 70 persen,” ujarnya.

Sugiarto berharap, evaluasi dari Disperindag Kota Bogor membuat manajemen bisa memperbaiki protokol kesehatan agar semua tenant bisa beroperasi lagi seperti biasa.

Sebab, selama pelaksanaan PSBB di Kota Bogor, hanya Yogya supermarket saja yang beroperasi, karena masuk kedalam kategori yang dikecualikan. Kondisi ini tentu berdampak pada jumlah pengunjung yang datang.

“Selama PSBB jumlah pengunjung yang datang hanya 2000 orang saja. Biasanya bisa mencapai 8000 orang,” ungkapnya.

Untuk memastikan keamanan dalam pelayanan, Sugiarto mengaku akan segera menggelar rapid test kepada 800-an karyawannya.

“Ya kami akan ikuti rapid test jika diharuskan,” pungkasnya. (dil/a/fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *