Tebing Sidomba di Leuwikaret Siap Dipanjat

by -

Terletak tak jauh dari permukiman warga, lokasi Tebing Sidomba di Kampung Siangin, Desa Leuwikaret, Kecamatan Klapanunggal, memiliki tebing alami di wilayah baperzoon PT Indocement Tbk. Tebing tersebut memiliki ketinggian kurang lebih 15 meter, dengan dibalut semak belukar dan dihiasi ribuan pohon besi.

 

TEBING yang masih natural dan minim retakan itu sangat bagus untuk olahraga panjat tebing. Terlebih area ini sudah disterilkan perusahaan semen terbesar di negeri ini bagi para penantang maut untuk mendaki tebing tersebut. Kon­disi jalur dan medan yang tak terlalu sukar bisa membuat Tebing Siangin ini dipakai para pemula maupun profe­sional dalam melatih kemam­puannya.

Direktur Indocement Anto­nius Marcos mengatakan, peninjauan dilakukan untuk melihat potensi tebing dalam menambah tempat wisata di Kabupaten Bogor. Rencananya tebing tersebut akan dijadikan spot panjat tebing untuk ma­syarakat, khususnya pencinta olahraga ekstrem. ”Ini adalah salah satu alternatif kita dalam memanfaatkan kondisi lahan yang ada, yang mana tentunya bukan di area tambang yang aktif. Sehingga masyarakat bisa dengan aman meman­faatkannya,” kata Marcos.

Ia menyebut jarak tebing dengan area tambang aktif PT Indocement berada sekitar 300 meter. Artinya aman jika dimanfaatkan atau digunakan masyarakat. ”Kebisingan dan debu tidak sampai ke sini (te­bing, red). Karena saat mela­kukan aktivitas lingkungan, kita ada monitoring lingkungan. Bahkan sampling kualitas udara pun masih relatif aman,” jelas Marcos.

Di tempat yang sama, per­wakilan Desa Leuwikaret, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Ahmad Sundawa, menyambut baik rencana tersebut. Menurutnya, tebingan setinggi kurang lebih 20 meter itu memiliki poten­si untuk dikembangkan men­jadi wisata. Bahkan mengha­silkan ekonomi masyarakat. ”Kita menyambut baik ren­cana ini. Dan ini akan ditinda­klanjuti bersama Indocement. Karena selama ini mungkin hambatan yang terjadi adalah koordinasi. Mudah-mudahan bisa sesuai harapan kita,” kata Ahmad.

Sementara itu, Ketua Pen­cinta Alam Leuwikaret (Palikar) Zulhaidir mengatakan, Tebing Sidomba sering dilakukan pemanjatan oleh teman-teman pencinta alam maupun penda­ki. Tebing ini baru ada dua jalur yang dibuka. Di desa ini ada dua tebing, yakni Tebing Sidomba dan Jeger. ”Kami ingin masyarakat, baik pem­uda dan pemudi di desa ini, bisa terus memanfaatkan po­tensi alam ke arah positif,” ujar Zulhaidir. (yok/run)

METROPOLITAN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *