Tukang Bubur Langganan Pasien Corona di Parungpanjang Bakal Ikut Swab Test

by -

METROPOLITAN.id – Puskesmas Parungpanjang, Kabupaten Bogor bakal melakukan swab test kepada 14 orang warganya yang sempat kontak erat dengan pasien virus corona atau covid-19.

Informasi yang dihimpun, kasus ini belum masuk dalam data Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Bogor lantaran pasien awalnya ber-KTP Jakarta. Akan tetapi, pasien tersebut sudah tinggal di perumahan di Parungpanjang sejak delapan tahun lalu.

Kepala Puskesmas Parungpanjang, Dokter Susi Juniar mengatakan, pihaknya akan melakukan tes swab kepada satu keluarga terlebih dulu. Yakni dua orang anak dan istri yang kontak erat dengan pasien dalam pengawasan (PDP) berinisial DK yang pernah menjalani perawatan medis di RS Kabupaten Tangerang.

Sebelumnya, pada 11 Mei lalu, istri DK datang ke Puskesmas Parungpanjang. Ia mengaku suaminya terserang penyakit di bagian Lambung, tapi keluarga menjalani isolasi mandiri di Rumah.

Setelah itu, pada 28 Mei, pihaknya mendapat kabar dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor bahwa seorang lelaki berusia 20 tahun, yang merupakan anak DK, terkonfirmasi positif corona.

Pihak Puskesmas lantas meminta kepada istri DK supaya melakukan isolasi di RSUD Cibinong, namun ia sempat menolak.

Sang istri beralasan bahwa hasil laboratorium, suaminya sudah negatif corona dan ada buktinya. Namun, Susi menyangkan hal itu baru diungkapkan sang istri karena sebelumnya hanya mengatakan sang suami sakit lambung.

“Di surat keterangan itu tertulis pada 28 Mei positif, lalu pada 13 Mei Negatif, tapi negatifnya baru satu kali. Seharusnya tidak boleh dibawa pulang, karena dari WHO menyatakan yang disebut sembuh apabila hasil negatif dua kali,” terang Susi.

Susi menambahkan, DK dianggap masi berstatus PDP. Rencananya, dalam waktu dekat akan dilakukan tes swab lagi.

“Namun kita jelaskan kepada istrinya, hasil yang diumumkan dari Litbangkes bahwa satu anak lelakinya dinyatakan Positif, yang lainya negatif, setelah tenggang waktu lima hari dari tanggal 23 sampai 28 Mei,” ungkapnya.

Menurutnya, tes swab akan dilakukan pada satu keluarga tersebut bersama orang-orang yang sempat kontak erat. Jika ditotal, akan ada 14 orang yang mengikuti swab test termasuk tukang bubur langganan keluarga tersebut.

“Tes Swab itu kita akan lakukan pada satu keluarga DK, tapi setelah kita telusuri, ada 14 orang yang kontak erat, termasuk tukang bubur yang menjadi langganan keluarganya selama ini,” pungkasnya. (sir/b/fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *