Warga Leuwiliang Berdesakan Antre Bantuan

by -

METROPOLITAN – Sejum­lah warga antre mengambil Bantuan Pangan Non Tunai (BNPT) di Leuwiliang, Kabu­paten Bogor. Namun, peng­ambilan bantuan sosial (ban­sos) ini tanpa menghiraukan protokol kesehatan yang di­terapkan pemerintah. Ini terlihat dari banyaknya war­ga yang berdesakan tanpa menjaga jarak, apalagi meng­gunakan masker.

Padahal, penyelenggara pembagian bantuan di e-Warung Yayan Sopian Jalan Raya Leuwiliang-Barengkok, Kecamatan Leuwiliang, Ka­bupaten Bogor, telah meny­ediakan wastafel portable untuk mencuci tangan.

Seorang penerima bantuan, Suhaemi, mengaku sudah antre sejak pukul 09:30 WIB. Ia datang bersama rombong­an ibu-ibu lain dari kampung yang sama. Jarak lokasi peng­ambilan beras kurang lebih 30 menit perjalanan ditempuh dari rumahnya.

Untuk itu, ia bersama rom­bongan menyewa satu ang­kutan umum untuk mengan­tarnya bolak-balik membawa beras dengan ongkos Rp15.000 per orang. Untuk mendapat bantuan ini, warga harus membawa karung sendiri. Jika tidak membawa karung bisa membeli di lokasi peng­ambilan beras seharga Rp3.000.

”Jadi harus bawa karung buat beras. Ibu nggak punya karung, jadi beli di sini Rp3 ribu,” katanya. Suhaemi pun mengaku senang lantaran ini bantuan pertama yang ia te­rima selama pandemi Covid-19 menyerang.

Ia merasa bantuan ini sang­at membantu di tengah per­ekonomian yang tidak seberapa.”Dapat beras se­karung, telur sama jeruk. Untuk tiga bulan katanya,” paparnya.

Sehari-hari, Suhaemi ber­jualan gorengan dan nasi uduk keliling kampung seorang diri. Suaminya tak lagi be­kerja, karena faktor usia. Se­mentara anak-anaknya ting­gal bersama sang suami di luar kota.

”Penghasilan selama ini yang penting cukup buat makan. Anak jauh, suami sudah nggak kerja, jadi untuk sehari-hari cari sendiri,” ucapnya. (tib/feb/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *