4,3 Juta Siswa Putus Sekolah

by -

METROPOLITAN – Kemen­terian Perencanaan Pembangu­nan Nasional/Badan Peren­canaan Pembangunan Na­sional (PPN/Bappenas) men­gungkapkan data angka anak putus sekolah di Indonesia pada 2019. Sepanjang tahun itu, sekitar 4,3 juta siswa In­donesia putus sekolah di ber­bagai jenjang.

”Angka putus sekolah kita 4.336.503. Angka itu sebesar 6 persen dari seluruh usia anak sekolah yaitu 53 juta,” terang Direktur Pendidikan dan Agama Kementerian PPN/ Bappenas, Amich Alhumami.

Amich menyebutkan, po­tensi terbesar putus sekolah berada pada usia 15-16 tahun. Siswa di rentang usia itu merupakan peserta didik yang baru lulus SMP dan akan me­lanjutkan ke SMA. ”Paling aman dari SD sampai SMP, mungkin karena kita sudah wajib belajar sembilan tahun. Tapi di SMA paling banyak,” ujarnya.

Sayangnya, Amich tidak merinci data perbandingan siswa putus sekolah antarjen­jang. Yang jelas, potensi putus sekolah paling besar dipeng­aruhi kemampuan ekonomi keluarga.

”Sebanyak 54 persen di an­taranya karena ekonomi. Me­reka tidak punya biaya dan akhirnya harus bekerja,” la­njutnya.

Sisanya, sambung Amich, dipengaruhi cacat tubuh hingga pernikahan usia dini. Angka putus sekolah ini yang terbesar di pulau Jawa. Separuh dari 4,3 juta siswa putus se­kolah tersebut berada di Pro­vinsi Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

”Partisipasi (Angka Partisi­pasi Kasar) di Jawa barat itu bahkan 77,82 persen dan di Jawa Timur 84,80 persen. Angka ini tergolong besar ketika melihat jumlah pen­duduk mereka yang usia se­kolah,” pungkas Amich. (med/feb/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *