8 Rumah Sakit Rujukan Corona Terancam Ditutup

by -

METROPOLITAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor memastikan bakal menutup rumah sakit yang menjadi locus baru penyebaran virus co­rona di wilayahnya. Keputusan itu berlaku bagi delapan rumah sakit yang sudah ditunjuk sebagai fasilitas kesehatan rujukan Covid-19 di Kota Hujan. Kedelapan rumah sakit rujukan tersebut di antaranya RSUD Kota Bogor, RS Bogor Se­nior Hospital, RS Umum PMI, RS Melania, RS BMC Mayapada, RS Azra, RS Hermina dan RS Medika Dramaga. Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanga­nan (GTPP) Covid-19 Kota Bogor Dedie Rachim menga­takan, keputusan itu diambil untuk menjaga tidak adanya penambahan klaster baru saat pelaksanaan pra-Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). Apa­lagi pertumbuhan kasus ekspansional Covid-19 (RO) di Kota Bogor sudah turun jauh dengan nilai 0,33 poin dari sebelumnya 1,8 poin. ­

Untuk itu, apabila terjadi in­siden atau kasus penambahan Covid-19 terkonfirmasi positif di rumah sakit, pihaknya akan melakukan penutupan semen­tara. “Kita langsung minta tutup sementara. Kita perkuat juga dengan penandatanganan su­rat pernyataan bersama setelah keluarnya SK Gubernur Jawa Barat soal rumah sakit rujukan baru selama pra-AKB nanti,” kata Dedie.

Menanggapi hal itu, Direktur RSUD Kota Bogor Ilham Chai­dir mengaku siap menerima konsekuensi apa pun jika ter­jadi penularan atau RSUD Kota Bogor menjadi locus baru penyebaran corona. Sebab, saat ini RSUD sudah menjalankan protokol kesehatan secara ke­tat dan sudah mempersiapkan protokol jika terjadi situasi terburuk (worst situation).

”Jadi sebenarnya kita memang diperintahkan oleh Pemkot Bogor, pertama mempersiap­kan the war situation (situasi terburuk, red). Jadi mau tidak mau kesiapan dari personel, SDM, peralatan, kemudian sarana dan prasarana, itu harus yang nomor satu. Itu yang ha­rus kita perhatikan,” kata Ilham.

Salah satu kesiapan dalam menghadapi worst situation, Ilham mengungkapkan Blok III yang merupakan gedung baru yang terdiri dari empat lantai disiapkan menjadi tem­pat perawatan bagi pasien OTG, ODP, PDP dan pasien terkonfirmasi positif.

Jumlah ruang yang disedia­kan pun tidak tanggung-tang­gung. Sebanyak 112 kasur disiapkan, bahkan RSUD Kota Bogor juga membagi penanganan pasien di setiap lantai. Contohnya untuk lan­tai satu Blok III dikhususkan untuk merawat anak-anak.

”Hampir semua tenaga medis juga sudah siap. Untuk ini, kami melibatkan lebih kurang 400 orang perawat, tambah dokter, tambah bidan karena ada yang persalinan. Total kurang lebih 400 dan sekarang kita sesuaikan,” jelasnya.

Saat ini RSUD Kota Bogor tengah merawat delapan orang dengan status OTG dan PDP. Untuk kasus positif yang dira­wat di RSUD berjumlah 47 orang.

Sekadar diketahui, kasus penghentian operasional ru­mah sakit dampak virus co­rona sempat dilakukan RSUD Kota Bogor beberapa waktu lalu. Namun, yang ditutup hanya sebatas pelayanan non- Covid-19. Hal itu dilakukan menyusul hasil rapid test yang menunjukkan 51 tenaga medis RSUD terindikasi positif co­rona. (dil/c/rez/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *