Abah Surya Siap Tanggung Risiko Penularan Covid-19

by -

METROPOLITAN – Pihak keluarga besar Abah Surya Atmaja meminta maaf atas pelaksanaan khitanan anaknya yang telah membuat gaduh Kabupaten Bogor. Bahkan, keluarga bakal bertanggung jawab jika ada warga Pamija­han yang hadir di acara khi­tanan anaknya pada Minggu (28/6) di Desa Cibunian, Ke­camatan Pamijahan, dinya­takan positif Covid-19.

”Berapa pun orang yang positif Covid-19 usai mengha­diri acara tasyakuran khitanan anak kami, kami akan bertang­gung jawab sampai mereka pulih. Asalkan, klasternya memang di acara itu, bukan di luar wilayah,” ujar anak sulung Abah Surya, Hadi Pra­noto, saat menggelar jumpa pers di Pondok Lesehan Kam­pung Kuring, Kecamatan Dramaga.

Hadi menambahkan, kelu­arga juga meminta maaf ke­pada pihak Gugus Tugas Daerah dan Pusat serta war­ga Indonesia atas acara khi­tanan adik bungsunya itu lantaran mengundang artis papan atas, mulai dari Raja Dangdut Rhoma Irama sam­pai Caca Handika.

“Pada prinsipnya, tasyakuran khitanan selama lima hari itu hanya berlangsung seder­hana. Datangnya Bang Haji Rhoma Irama itu atas undan­gan abah. Beliau merupakan sahabat Rhoma Irama dan salah satu pendiri Soneta Grup.

Abah juga banyak mencip­takan lagu untuk artis. Jadi, beliau sangat dekat dengan kalangan artis,” tuturnya.

”Bang Rhoma datang seba­gai undangan di acara khitanan adik bungsu saya. Karena sudah datang, di atas pang­gung Rhoma Irama diminta bernyanyi satu lagu,” sam­bungnya.

Menurutnya, acara ini ber­langsung lancar dan dikawal Muspida Kabupaten Bogor. Selain itu, masyarakat Pami­jahan juga terhibur dengan kedatangan artis nasional. Padahal, untuk menempuh rumah di Pamijahan, Rhoma Irama bersama artis lainnya harus melewati jalan terjal dan berlubang.

”Ke depan, kami berharap kejadian ini bisa berdampak positif. Fasilitas jalan yang rusak bisa menjadi perhatian Pemkab Bogor. Semua warga dari kota atau pedesaan ber­hak mendapatkan fasilitas yang sama, yakni memiliki jalan yang mulus,” bebernya.

Ia menambahkan, tasyaku­ran ini sebenarnya sudah direncanakan jauh-jauh hari dan dirinya berpikir Covid-19 sudah berlalu. Namun rupa­nya kondisinya berbeda dan masih ramai soal virus co­rona ini.

Setelah mendapat infor­masi bahwa Maklumat Ka­polri sudah dicabut, maka acara itu bisa digelar walau secara sederhana dengan te­tap menerapkan protokol kesehatan.

”Kami bakal mengikuti pro­ses hukum. Kalau ini men­jadi seuatu yang buruk dan jelek, keluarga akan bertang­gung jawab. Intinya. ketika ada yang terpapar Covid-19 akibat hadir di acara ini, kami akan bertanggung jawab,” tegasnya.

Hingga kini tim gugus belum juga menyampaikan secara resmi rencana tes Covid-19 kepada keluarga dan tamu yang datang. Pihak keluarga bakal menunggu perhatian dari Pemkab Bogor untuk melakukan rapid test. (ads/c/feb/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *