Asosiasi PTS Minta Dikaji Ulang

by -

METROPOLITAN – Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta (PTS) Indonesia menyoroti soal regulasi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di masa pandemi corona.

Ini menyusul adanya aturan mengenai syarat Perguruan Tinggi (PT) yang harus terakreditasi A atau unggul supaya bisa menyelenggarakan PJJ. Seperti yang tertuang dalam Pasal 52 (poin b) Permen Ristekdikti Nomor 51 Tahun 2018.

Ketua Asosiasi PTS Indonesia, M Budi Djatmiko, mengatakan, syarat tersebut memberatkan perguruan tinggi. ”Dampaknya tidak ada perguruan tinggi yang siap menghadapi Covid-19 saat ini. Tingkat keberhasilan PJJ sekarang hanya 30%,” katanya.

Menurut Budi, civitas akademika tidak memiliki kesiapan dalam mengadakan bahan ajar, perangkat keras-perangkat lunak PJJ dan ditambah tidak baiknya jaringan internet pemerintah karena belum merambah sampai pelosok negeri.

Sementara dari segi regulasi, tambah Budi, PJJ didesain menjadi sebuah bentuk perizinan baru. Ia kemudian mengusulkan supaya Pasal 53 Permen Ristekdikti 51/2018 dicabut.

”Ada gagal paham di kementerian. Jadi, PJJ dijadikan bentuk perizinan baru dan sebaiknya Kemendikbud tidak perlu mengatur secara detail permasalahan pendidikan, baik di luar PJJ maupun yang lainnya,” ujarnya. (bs/feb/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *