Bima Arya Jajal Wisata Arung Jeram di Tengah Pandemi

by -

METROPOLITAN.id – Potensi wisata alam Sungai Ciliwung menjadi perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor di masa pra adaptasi kebiasaan baru (AKB)

Usai melakukan rapat koordinasi, tim gabungan melakukan persiapan lebih detail termasuk menjajal wisata arung jeram hingga berkemah di delta sungai.

Arung jeram dimulai dari bawah Jembatan Satu Duit, Warung Jambu. Mengarungi lintasan hampir dua kilometer menuju Curug Syarif, Sukaresmi.

Dalam kesempatan ini, Wali Kota Bogor Bima Arya menjajal langsung arung jeram bersama Kepala Satpol PP, Kadispora, Kepala DLH, Kadisparbud dan Camat Tanah Sareal.

Selama kegiatan berlangsung, protokol kesehatan pun diterapkan dalam rencana paket wisata ini. Seperti masker, jaga jarak dengan mengurangi kapasitas di perahu karet dan cuci tangan/hand sanitizer.

Usai menempuh pengarungan dalam waktu hampir dua jam, rombongan tiba di delta sungai Ciliwung di kawasan Sukaresmi. Di tempat ini sudah disiapkan area berkemah lengkap dengan tenda.

Keesokan paginya, rombongan diajak untuk berolahraga, dilanjutkan hiking menelusuri bantaran sungai. Mereka berjalan kaki melalui jalan setapak berliku menurun, menanjak, menyeberang sungai. Peserta hiking disuguhkan suasana kembali ke alam.

Tiba kembali ke delta usai hiking, rombongan disuguhkan kudapan yang diolah dan disajikan oleh warga sekitar sembari berjemur di bawah matahari pagi yang segar dan menyehatkan.

Menurut Bima Arya, aktifitas tersebut bagian dari tindak lanjut diskusi dirinya bersama Ketua Gugus Tugas Nasional Letjen TNI Doni Monardo beberapa waktu lalu.

“Diskusinya tentang potensi Kota Bogor untuk wisata alam, wisata keluarga yang sehat,” kata Bima Arya, Kamis (9/7).

“Kami akan menyiapkan beberapa titik, di Sukaresmi ini titik pertama yang kita siapkan. Warga bisa berkemah, berjemur, hiking, tracking, bahkan arung jeram dengan tentunya memberikan manfaat bagi warga yang ada di sini karena dikelola  ibu-ibu oleh para pemuda di sini dan dibantu oleh tim dari Pemkot dan Satgas Naturalisasi Ciliwung,” sambungnya.

Bima mengatakan, saat ini sistem wisata tersebut sedang dimatangkan sehingga dalam waktu dekat bisa dibuka dan dinikmati oleh pengunjung, baik yang datang dari Bogor maupun luar Bogor.

“Tapi kelihatannya akan dibuka untuk grup atau kelompok. Karena medannya juga tidak ringan di sini.Ini pun harus dikoordinasikan tergantung kondisi cuaca. Ini hanya bisa digunakan ketika cuaca aman dan tidak hujan,” jelasnya.

Titik lain yang disiapkan adalah di kawasan Mulyaharja, Bogor Selatan. Di mana kawasan ini menawarkan suasana persawahan lengkap dengan wisata agronya.

“Setelah ini saya akan langsung survei ke Bogor Selatan,” ungkap Bima.

Sebelumnya, Ketua KPC yang juga Sekretaris Satgas Ciliwung Een Irawan Putra menyatakan bahwa di Kota Bogor masih ada satu titik sempadan Ciliwung yang masih tersisa, yang masih bisa diselamatkan dan peluang untuk dikelolanya lebih besar dan berdampak lebih untuk warga sekitar.

“Karena di Sukaresmi ini konturnya lebih landai dibandingkan kelurahan yang lain. Kelurahan lain kan curam- curam semua. Dan juga sejak pandemi ini ada aktivitas atau kebiasaan baru warga yang sudah mulai menyadari pentingnya daya imun, pentingnya kesehatan untuk terhindar dari pandemi Covid. Kemaren ada yang bersepeda, jalan kaki, berjemur, lari. Sebenarnya sangat berpeluang besar untuk penataan yang terintegrasi bagaimana menunjukkan sungai yang bagus,” jelas Een.

Een menambahkan, yang akan dilakukan dalam waktu dekat adalah mencoba berbagai akses-akses untuk memudahkan menuju lokasi wisata.

“Dibersihkan jalannya jadi memang belum ada biaya besar, hanya tenaga kerja untuk merapikan. Terus kita coba jalan sambil melihat apa saja yang bisa dilakukan dalam jangka panjang,” tandasnya. (*/fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *