Bima Ultimatum Direksi Perumda PPJ Kejar Target

by -

METROPOLITAN – Wali Kota Bogor, Bima Arya, ikut menghadiri acara syukuran Hari Jadi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Pakuan Jaya (PPJ) di Pasar Sukasari, Kota Bogor, Rabu (29/7).

Orang nomor wahid di Kota Bogor ini menilai jika Perumda PPJ Kota Bogor sudah bekerja sangat baik dalam kurun waktu 15 bulan terakhir. Menurutnya, direksi telah membangun kolaborasi yang baik dengan semua, sehingga banyak progres terjadi di pasar tradisional. Mulai dari beragam inovasi dan kebijakan hingga keberhasilan merelokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) untuk masuk ke dalam pasar.

Ke depan, Bima ingin direksi Perumda PPJ mengejar sejumlah target yang harus direalisasikan. ”Saya ingin pasar tradisional tak hanya menjadi pusat belanja masyarakat, tapi juga tempat wisata dan surga belanja bagi para pelancong,” katanya.

Suami Yane Ardian ini tak melulu menargetkan Perumda PPJ Kota Bogor untuk ikut andil menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD). Yang terpenting yang harus dilakukan, yakni menjadikan pasar tradisional sebagai tempat belanja yang nyaman.

Ketika publik terlayani dengan baik, sambung Bima, PKL masuk ke dalam pasar dan otomatis akan mendongkrak perputaran ekonomi di dalam pasar. Jadi bukan sebatas mengukur dengan besaran sumbangan PAD, melainkan mendorong dan berpikir untuk menghidupkan perekonomian masyarakat dari pasar tradisional.

”Pasar ini kan bagian dari pelayanan publik. Yang penting adalah membuat pedagang dan pengunjung nyaman. Ini semua untuk meningkatkan jumlah transaksi dan perputaran uang. Saat ini semua sudah terjadi, otomatis PAD akan datang sendiri,” tuturnya.

Ia juga mengingatkan direksi Perumda PPJ Kota Bogor menjaga komunikasi dengan pedagang. Di antaranya selalu melibatkan pedagang dalam mengambil keputusan dan bermusyawarah. ”Saya titip satu hal. Yang harus dijalankan dengan baik oleh direksi adalah komunikasi dengan pedagang. Semua program harus melalui musyawarah, baik dengan paguyuban pedagang maupun dengan para pedagang Lawangsaketeng, Pedati,” pesannya.

Di tempat yang sama, Direktur Utama Perumda PPJ Kota Bogor, Muzakkir, mengatakan, kondisi internal kondusif dan seluruh karyawan mulai naik produktivitasnya. Unit bisnis dari Pasar Pakuan Jaya pun terus dikembangkan dengan berbagai inovasi.

Ke depan, lanjut Muzakkir, pihaknya bakal mengurangi penggunaan uang tunai di pasar dengan sistem aplikasi berbasis barcode. ”Kita akan me-launching e-Kujang yang merupakan sistem tata cara bayar dengan cara elektronik. Tidak ada transaksi uang langsung dalam jual-beli antara pedagang dengan konsumen,” ujarnya.

Terkait permintaan wali kota Bogor untuk menjalin komunikasi yang baik dengan PKL, Muzakkir mengaku bakal berkolaborasi dengan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) dalam kegiatan penertiban dan relokasi PKL.

”Jadi, pemindahan atau relokasi PKL semakin kondusif dengan kerja sama antarinstansi. Target ke depan akan dilakukan penertiban terhadap 200 PKL di Gang Aut dan dimasukkan ke Pasar Cumpok,” tukasnya. (ogi/b/mam/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *