BNPT Ajak TNI-Polri Tanggulangi Terorisme

by -

METROPOLITAN – Kepala Badan Nasional Penanggu­langan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Boy Rafli Amar mengaku akan lebih men­gutamakan pencegahan teroris dibanding peninda­kan. Hal itu sesuai UU No 5 Tahun 2018 tentang Penang­gulangan Terorisme.

”Seperti yang tadi juga te­lah ditampilkan pada video profil BNPT, kami di BNPT memang lebih berfokus pada upaya pencegahan. Karena undang-undang ter­sebut ada tiga kewajiban pemerintah dalam melaks­anakan penanggulangan terorisme, yaitu kesiapsia­gaan nasional, kontra radi­kalisasi dan deradikalisasi,” ucap Boy Dalam sambutan silaturahmi Komandan Pa­sukan Khusus dari TNI dan Polri di IPSC Sentul, Desa Tangkil, Kecamatan Citeu­reup.

Acara silaturahmi ini juga dihadiri petinggi-petinggi pasukan elite, di antaranya Komandan Jenderal Kopas­sus (Danjen Kopassus) Mayor Jenderal TNI I Nyoman Cantiasa, Komandan Korps Pasukan Khas TNI AU (Dankorps Paskhas) Marse­kal Muda TNI Eris Widodo Yuliastono, Komandan Koprs Brigade Mobil (Dankorbri­mob) dan Wakil Komandan Komando Operasi Khusus Tentara Nasional Indonesia (Wadan Koopssus TNI) Bri­gjen TNI (Mar) Widodo serta para pejabat utama BNPT.

Menurut Boy, selama ini kelompok radikal terorisme tersebut telah membuat pro­paganda dengan mengguna­kan ayat-ayat agama yang mana seolah-olah mereka ini sedang berjuang mem­bela agama. ”Ideologi tero­risme, radikal, intoleran yang diusung kelompok-kelompok itu menggunakan ayat-ayat agama dan seolah-olah se­dang berjuang, sedang ber­jihad. Dan ketika mereka ditertibkan pemerintah, pemerintah dibilang thogut,” katanya.

Untuk mengatasi hal itu, BNPT memiliki gugus tugas yang melibatkan unsur pe­muka agama. Sehingga ada pencegahan paham teror­isme masuk melalui unsur-unsur agama. ”Dalam salah satu gugus tugas kami yang bertatap muka dengan ma­syarakat, ada unsur dari tokoh dan pemuka agama. Dan gugus tugas kami ini lintas agama, tidak hanya Islam karena agama di In­donesia itu beragam. Karena kita tidak ingin ada misper­sepsi diantara pemeluk agama itu,” katanya.

Selain itu, BNPT perlu mendapat bantuan dari TNI dalam menjalankan tugasnya. Sehingga, tercipta sinergi untuk memberantas teror­isme bersama-sama. ”Dip­erlukan sinergitas TNI-Pol­ri pada aspek pencegahan dalam konteks deteksi inte­lijen. Lalu pembinaan teri­torial melalui aparat terito­rial babinsa dan bhabin­kamtibmas dalam konteks wawasan kebangsaan, ter­masuk penyiapan sumber daya ketika menghadapi ancaman terorisme dengan ancaman tingkat tinggi,” ka­tanya. (dtk/els/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *