Dana BOS SD se-Bogor Dikorupsi

by -

Dunia pendidikan Kota Bogor digegerkan dengan ditetapkannya tersangka atas dugaan tindak pidana korupsi penyelewengan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) SD se-Kota Bogor yang berjumlah 128 sekolah, Senin (13/7).

PENETAPAN tersangka ini dilakukan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bogor setelah melakukan pemeriksaan terhadap 40 orang lebih saksi yang dilakukan sejak 2017. Tersangka yang berinisial JRR itu merupakan kontraktor atas pengadaan soal ujian di SD se-Kota Bogor. Yakni, ujian tengah semester, ujian akhir semester, ujian try out dan ujian kenaikan kelas.

“Berdasarkan hasil penghitungan Inspektorat Jenderal Pendidikan dan Kebudayaan di Jakarta diketahui kerugian negara mencapai Rp17 miliar,”terang Kepala Kejari (Kajari) Kota Bogor, Bambang Sutrisna.

Bambang mengungkapkan, saat ini JRR ditahan di Lapas Paledang, Kota Bogor, setelah menjalani pemeriksaan kurang lebih 8 jam dan dituntut Pasal 2 ayat 1 juncto Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 2019 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) dan Pasal 2, Pasal 3 , Pasal 5, Pasal 3 juncto 18 juncto 55 KUHP dengan tuntutan kurungan maksimal 20 tahun.

Modus operandi yang digunakan tersangka, sambung Bambang, berupa kerja sama dengan pihak Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS) SD se-Kota Bogor untuk pengadaan soal selama periode tahun ajaran 2017 sampai 2019. Padahal, pengadaan soal ujian tersebut seharusnya dikelola dewan sekolah dan komite dengan menggunakan dana BOS. Namun, pihak sekolah malah memungut biaya sebesar Rp27.500 kepada setiap siswa.

“Kami sampai saat ini tetap berupaya mengungkap siapa pelaku utamanya. Penetapan tersangka ini untuk memberi pelajaran agar dana BOS digunakan bagi rakyat miskin,” ujarnya.

Di lokasi yang sama, Kasi Pidsus Kejari Kota Bogor, Rade Satia Parsaoran, mengungkapkan, dalam proses penetapan tersangka ini, protokol kesehatan tetap dijalankan. Di mana sebelum JRR ditetapkan sebagai tersangka, ia menjalani rapid test terlebih dulu. “Jadi,  kami tetap mengikuti protokol kesehatan dan yang bersangkutan hasilnya nonreaktif,” ungkapnya.

Selain itu, tambah Rade, tersangka JRR juga sudah mengembalikan kerugian negara sebesar Rp100 juta. “Ya tadi (kemarin, red) yang bersangkutan sudah mengembalikan uangnya dan itu akan kami jadikan alat bukti,” ungkapnya.

Sebelum ditetapkannya JRR sebagai tersangka, pria yang menggunakan kacamata ini telah menjalani pemeriksaan selama 8 jam. Ketika turun tangga dari ruang penyidikan menuju mobil tahanan, JRR menyebut dirinya bak artis karena awak media sudah menunggu kedatangannya. “Wah kok saya jadi artis ya. Banyak yang foto ini. Saya jadi artis,” gumamnya.

Namun ketika ditanya awak media terkait uang korupsi dana BOS tersebut digunakan untuk apa saja, ia langsung diam seribu bahasa. Bahkan hingga menaiki mobil tahanan menuju Lapas Paledang, JRR masih enggan menjawab pertanyaan awak media, apakah ia bekerja sama dengan pejabat Disdik dan kepala SD se-Kota Bogor dalam melancarkan aksi korupsinya tersebut.

Hingga berita ini dimuat tadi malam, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor, Fahrudin, belum memberikan keterangan atas penetapan tersangka korupsi penyelewengan dana BOS tersebut. Padahal sebelumnya, Senin (22/6), jajaran PNS Disdik Kota Bogor menghadiri panggilan Kejari atas dugaan korupsi penyelewengan dana BOS ini. Empat pejabat Disdik Kota Bogor yang hadir di antaranya Kepala Disdik Fahrudin, Kepala Bidang SD Maman Suherman serta Kepala Sub Perencana dan Pelaporan Disdik Jajang Koswara dan Warni. (dil/c/feb/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *