Digelar saat PSBB, Hajatan Warga Cilebut Terancam Batal

by -

METROPOLITAN – Masih hangat kasus mang­gung Rhoma Irama di acara khitanan salah seorang warga Pamijahan, Kabupaten Bogor. Di tengah penanganan persoalan itu, kabarnya ada salah seorang warga di Desa Cilebut Barat, Kecamatan Sukaraja, yang bakal meng­gelar pesta hajatan dengan mengundang banyak orang. Informasinya, hajatan tersebut akan berlangsung pada Sabtu (4/7). Di mana lokasi acara berada di salah satu perumahan yang ada di Desa Cilebut Barat. Sementara di lokasi acara, sebuah tenda besar sudah berdiri. ­

Kapolsek Sukaraja AKP Ari Trisnawati Setyoningsih pun membenarkan adanya infor­masi tersebut. Namun, pi­haknya belum mengetahui tanggal pasti acara tersebut. “Info dari anggota saya, baru info saja. Tanggal juga belum jelas, dan giat tersebut harus dapat izin dari Gugus Covid desa dan kecamatan,” katanya.

Menurutnya, karena saat ini Kabupaten Bogor masih me­nerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Pro­porsional, tentu kegiatan yang mengundang banyak orang tidak diperbolehkan. “Kalau dari polsek tidak mengeluar­kan izin. Rekom dari ketua Gugus Covid dan memang tidak ada pengajuan izinnya,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Gugus Tugas RW 18, Cilebut Barat, Edi Bumbun, membenarkan adanya resepsi pernikahan di wilayahnya. Edi mengatakan, warga yang menggelar re­sepsi pernikahan tersebut baru melapor ke Gugus Tugas se­telah undangan disebar.

”Ya betul, kemarin sudah datang. Saya mau melarang, undangan sudah disebar. Iin­tinya aturan protokol keseha­tan saat resepsi sudah kami sampaikan,” kata Edi.

Edi mengaku khawatir re­sepsi pernikahan tersebut bisa menjadi sarana penula­ran Covid-19. Apalagi di wi­layah Kabupaten Bogor dan sekitarnya PSBB masih diber­lakukan. ”Ya itu yang saya khawatirkan, orang luar. Tapi yang punya hajat, katanya akan atur semua dan mau bertang­gung jawab,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Desa Cile­but Barat Dasuki mengaku segera melakukan pengecekan. ”Coba nanti saya cari tahu,” ucapnya. Pengecekan itu nanti akan dilihat jumlah un­dangan yang hadir di resepsi pernikahan tersebut. “Teru­tama jumlah undangan, nggak boleh banyak,” katanya.

Dasuki menegaskan pihaknya sama sekali tidak memberikan izin keramaian di wilayah Cilebut Barat karena pandemi Covid-19 hingga kini masih terjadi dan wilayahnya masih memberlakukan PSBB. ”Yang jelas sampai saat ini saya ng­gak pernah mengeluarkan izin untuk ramai-ramai,” tegasnya. (tib/ryn/b/rez/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *