Gegara Pandemi, Pendapatan Kabupaten Bogor Drop Rp1,58 T

by -

METROPOLITAN – Selain nilai aset milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor yang menyusut sekitar Rp5 triliun, rupanya pendapatan Kabupaten Bogor ikut-ikutan menyusut di tengah masa pandemi Covid-19. Tak tang­gung-tanggung, pada periode 2020 ini pendapatan Bumi Tegar Beriman menyusut sam­pai Rp1,58 triliun. Hal itu diungkap­kan Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Bogor, Didi Kurnia.

Berdasarkan hasil hitung Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), pendapatan Ka­bupaten Bogor rupanya ter­dampak pandemi dan men­galami penurunan sekitar Rp1,58 triliun, baik pendapa­tan dari Pendapatan Asli Dae­rah (PAD), dana perimbangan maupun dana lain-lain.

”Kalau pendapatan di tengah pandemi tahun ini, berdasar­kan hasil hitung pendapatan kita turun Rp1,58 M dari semua sektor pendapatan,” katanya saat ditemui Metropolitan di kantornya, akhir pekan lalu.

Jumlah penurunan itu, sam­bung dia, berbeda-beda setiap sektor sumber pendapatan. Untuk PAD misalnya, ada penurunan sekitar Rp647 mi­liar. Lalu dari dana perimbangan seperti Dana Alokasi Khusus (DAK), Dana Alokasi Umum (DAU) hingga dana insentif daerah turun sampai kurang lebih Rp168 miliar.

”Dan dari lain-lain penda­patan, misalnya Bagi Hasil Pajak dan Bukan Pajak, baik royalti yang diberikan pemerin­tah pusat atau Provinsi Jawa Barat, ada drop-nya sekitar Rp245 miliar,” ujarnya.

Penurunan itu, sambung Didi, terjadi pada periode 2020 ini. Yang tadinya pendapatan berkisar di angka Rp8 triliun, kini drop sekitar Rp1 triliun, sehingga tersisa kurang lebih Rp7 triliun. Jika dipersentase, penurunan itu mencapai 12,5 persen. ”Itu angka penurunan­nya periode 2020 ini, dari Rp8t T jadi sekitar Rp7 T,” ujarnya.

Alhasil, tambah dia, selama pandemi ini dan seusai SKB menteri keuangan dan men­teri dalam negeri, dilakukan relokasi atau refocusing ang­garan untuk semua daerah. Di antaranya pengurangan belanja daerah hingga TPP para Pegawai Negeri Sipil (PNS). Perjalanan dinas hingga bim­bingan teknis (bintek) semua dicoret. Kecuali yang berhu­bungan dengan pelayanan dasar, seperti pendidikan, kesehatan dan infrastruktur.

”Itu dipertimbangkan untuk dilaksanakan. Tapi kalau TPP-nya pegawai, ada pengurang­an sekitar Rp39 miliar, sekitar 20-30 persen TPP yang bisa didapatkan selama setahun. Tapi kalau gaji nggak dikurangi, pensiun juga, sesuai aturan kepegawaian kan itu hak-nya. Selain itu nggak ada, karena Pemkab Bogor kan single sa­lary, hanya gaji dan TPP. Nggak ada honor seperti daerah lain,” jelasnya.

Nyatanya pengurangan pendapatan akibat terdampak wabah Covid-19 juga terasa di dunia pendidikan. Akibat dipangkasnya DAU, rencana pembangunan 432 Ruang Kelas Baru (RKB) dari 144 SD di Kabupaten Bogor tahun ini pun batal terlaksana.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor, Entis Sutisna, mengatakan, pandemi Covid-19 membuat Pemerintah Kabupaten (Pem­kab) Bogor terpaksa harus melakukan refocusing ang­garan untuk penanganan corona, termasuk disdik yang merelakan anggarannya di­geser ke anggaran penanganan Covid-19. ”Untuk disdik ada pemangkasan, seperti 35 per­sen DAU dipangkas, maka pembangunan RKB tahun ini tidak ada,” katanya.

Akan tetapi, sambung dia, bisa saja pembangunan RKB dilaksanakan tahun ini jika ada komitmen dari kontraktor yang mau dibayar pada tahun anggaran berikutnya. ”Bisa tetap dilelang. Kalau ada kon­traktor yang siap bangun tapi dibayar tahun depan, ya kita laksanakan. Ini sedang kita komunikasikan dengan kon­traktor,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Sek­si Sarana Prasarana dan Kelem­bagaan SD pada Disdik Ka­bupaten Bogor, Deddy Syari­fudin, menuturkan, tahun ini seharusnya ada kegiatan pembangunan RKB di 144 SD dengan output 432 kelas yang dibatalkan untuk dilaksanakan tahun ini. ”Itu jumlah paket kegiatan atau pekerjaan pada 144 SD dengan hasil akhir terbangun sebanyak 432 Ru­ang Kelas Baru, dibatalkan,” paparnya.

Dari jumlah itu, sambung dia, total pagu anggaran untuk 144 kegiatan tersebut berkisar di angka Rp101,1 miliar. Se­harusnya itu bisa dilelang tahun ini dan terserap men­jadi ruang kelas, namun urung terealisasi. (ryn/c/mam/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *