Gugus Tugas Covid-19 Kota Bogor Pelototi Protokol Kesehatan Ojol

by -

METROPOLITAN – Sejak diberlakukannya Pra Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) Jumat (03/07) lalu, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor sudah memperbolehkan Ojeg Online (Ojol) untuk kembali mengangkut penumpang. Meski begitu, pihak menejemen Ojol baru membuka layanan tersebut pada Rabu (08/07) ini.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganaan (GTPP) Covid-19 Kota Bogor Dedie A Rachim mengaku sangat mengapresiasi kehati-hatian menejemen Ojol dalam membuka layanan angkut penumpang.

“Kami juga mengapresiasi kepada para Ojol, meski Pra AKB kita terapkan pada Jumat lalu, tapi tetap Ojol tidak ingin beroprasi selama Partisi (pembatas antar pengemudi dan penumpang) dan Hair Net belum didistribusikan kepada driver,” kata Dedie.

Meski sudah boleh beroprasi, penerapan protokol kesehatan tetap mesti dilakukan, sesuai dengan amanat Peraturan Walikota (Perwali) Perubahan Nomor 30 Tahun 2020, agar setiap sektor menerapkan protokol kesehatan dengan ketat selama masa Pra AKB di Kota Bogor.

“Makannya kita minta ke semua Ojol yang ada untuk memakai Partisi, serta memberikan Hairnet (pelindung kepala untuk penumpang yang dipasang di helm) kepada para penumpang. Hari ini Grab sudah mulai mendistribusikan keduanya kepada para drivernya,” ujarnya.

Head Of Supply Management Jabodetabek Grab Reka Gayantika menjelaskan, pada pelaksanaannya, pihaknya bakal memastikan jika seluruh driver menggunakan aksesoris sesuai dengan protokol kesehatan.

Bahkan, pihaknya juga bakal memastikan jika seluruh driver menggunakan Partisi, dan memberikan hairnet untuk para penumpang.
Reka juga menjamin, jika seluruh drivernya dalam kondisi sehat dan bebas dari covid-19. Reka juga mewajibkan kepada seluruh driver untuk menggunakan masker, sarung tangan dan menyediakan handsanitizer.

Bagi penumpang atau penikmat layanan Grab, bisa melaporkan jika memang ada oknum driver yang yang melanggar dan acuh terhadap protokol kesehatan. Caranya tinggal beri saja ulasan di kolom penilaian, pada saat penumpang selesai menggunakan layanan atau sampai ditempat tujuan.

“Pemantauan juga kita lakukan melalui aplikasi. Nantinya penumpang bisa melaporkan driver kepada kami melalui aplikasi. Kalau ada keluhan atau komplain tinggal laporkan saja di kolom penilaian. Ini nanti akan langsung terkoneksi ke server dan akan kami tindak lanjuti,” ucapnya.

Pihaknya juga mengaku tak segan untuk memberikan sanksi kepada oknum driver nakal. “Banyak jenisnya, mulai dari sanksi administratif, pemberian suspen, hingga penonaktifan akun,” tegasnya. (ogi/b/suf)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *