Indocement Bagikan Dividen Rp1,8 Triliun

by -

METROPOLITAN – Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan PT Indoce­ment Tunggal Prakarsa Tbk menghasilkan kesepakatan penggunaan laba bersih per­seroan tahun buku 2019 se­besar Rp1.835.305.728.405.

Direktur Indocement Anto­nius Marcos mengatakan, laba bersih tahun berjalan perseroan tahun buku 2019 ini dapat didistribusikan ke­pada pemilik perseroan dan dibagikan sebagai dividen tunai kepada pemegang saham perseroan.

Ia mengatakan, pemilik per­seroan dan pemegang saham perseroan mengambil sebesar Rp5.310.121.095 atau 0,029 persen dari saldo laba ditahan yang belum ditentukan. ”Peng­gunaannya untuk dibagikan sebagai dividen tunai kepada pemegang saham perseroan. Sehingga besarnya dividen yang diterima pemegang satu saham adalah Rp500,” jelas Marcos.

Namun, menurutnya, pem­bagian dan penerimaan ang­garan tersebut harus tetap memerhatikan ketentuan PT Bursa Efek Indonesia. ”Nah, untuk periode cum dividen untuk pasar reguler dan pasar negosiasi, itu dilaksanakan hari Kamis, 6 Agustus 2020. Dan ex dividen-nya adalah hari Jumat, 7 Agustus 2020. Sedangkan cum dividen un­tuk pasar tunai adalah hari Senin, 10 Agustus 2020 dan ex dividen-nya adalah hari Selasa, 11 Agustus 2020. Lalu tanggal pencatatan yang ber­hak atas dividen adalah hari Senin, 10 Agustus 2020,” tu­turnya.

Pembayaran dividen sen­diri akan dilakukan sejak Ju­mat, 28 Agustus 2020. Pajak atas dividen tunai akan di­berlakukan sesuai ketentuan perpajakan yang berlaku di Indonesia. Pemegang saham juga menyetujui untuk mengangkat kembali Komisaris Utama Perseroan, Kevin Gerard Gluskie, untuk masa ja­batan terhitung sejak penutupan rapat ini sampai penutupan RUPS Tahunan Per­seroan tahun buku 2022, yang akan diadakan pada 2023.

”Masa jabatan anggota Dewan Komisaris dan Direksi Persero­an adalah sampai penutupan RUPS Tahunan tahun buku 2020, yang akan diseleng­garakan pada 2021. Kecuali untuk Bapak Ke­vin Gerard Glus­kie yang akan berakhir pada penutupan RUPS tahun buku 2022 yang akan dise­lenggarakan pada 2023,” kata Marcos.

Ia menambahkan, dampak pandemi Covid-19 yang mu­lai dirasakan pada akhir ku­artal I masih terus berlanjut sampai sekarang. Namun pihaknya optimis permintaan pasar akan membaik di se­mester kedua dibandingkan permintaan di semester per­tama. ”Kami juga memperki­rakan masih akan ada keti­dakpastian dan risiko dari pandemi Covid-19. Oleh sebab itu, Indocement akan terus memantau pangsa pasar dengan seksama dan berlanjut dalam upaya efesiensi biaya pada proses produksi dan distribusi, termasuk pening­katan penggunaan bahan bakar alternatif,” pungkasnya. (cr1/c/els/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *