Ini Skema Perhitungan Tagihan Air Perumda Tirta Pakuan Bulan Juni

by -

METROPOITAN – Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor menegaskan tidak ada penyesuaian tarif air dalam perhitungan tagihan rekening air bulan Juli 2020. Kenaikan terjadi karena konsumsi air dari pelanggan yang melonjak karena adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Pada April dan Mei 2020, Tirta Pakuan tidak melakukan pencatatan meter secara langsung ke rumah pelanggan. Karena PSBB  diberlakukan untuk menekan pandemi Covid-19, menyebabkan Tirta Pakuan tidak melakukan pencatatan meter, sehingga tagihan April dan Mei menggunakan perhitungan rata-rata pemakaian enam bulan sebelumnya. Baru pada Juni, Tirta Pakuan menurunkan petugas untuk mencatat tagihan yang harus dibayar Juli.

“Kami mendengar dan memahami pelanggan yang mengalami kenaikan tagihan air pada bulan Juli. Tapi kami pastikan bahwa tidak ada kenaikan tarif. Tarif air tetap sejak November 2018,” ujar Manajer Humas dan Pelayanan Pelanggan, Sonny Hendarwan, Rabu (8/8).

Dia mengatakan, semua data penggunaan air pelanggan bisa dicek. “Data masing-masing pelanggan sesuai nomor pelanggan tersedia di data kami, sehingga bisa dijelaskan penyebab kenaikan rekening yang dirasakan pelanggan,” ujar mantan kepala Satuan Pengawasan Intern (SPI) PDAM Kota Bogor itu.

SKEMA PERHITUNGAN TAGIHAN

Sonny memaparkan skema perhitungan tagihan air pada bulan Juli yang membuat pelanggan Tirta Pakuan terkejut.

Dia menunjukkan contoh salah satu pelanggan dengan nomor pelanggan 1843-XXXX warga Kota Batu Kabupaten Bogor. Total tagihan air pelanggan tersebut pada bulan Juli 2020 adalah Rp587.300.

Karena tidak melaksanakan pembacaan meter mandiri pada April dan Mei, pelanggan dikenakan pemakaian rata-rata 34 kubik. Pada 20 Juni petugas datang ke rumah pelanggan dan mencatat angka 707 pada stand meter pelanggan.

Pada bulan Maret, angka meter tercatat petugas 541 (angka meter terakhir sebelum perhitungan rata-rata), sehingga angka meter terakhir terbaca 707-541=166 untuk pemakaian air bulan Juni. Untuk mengetahui kubikasi yang belum dibayarkan yaitu 166-34 (April)-34 (Mei)=98 (tagihan Juni).

Angka 98 kubik dikonversikan ke nilai rupiah dengan skema tarif golongan Rumah Tangga (R5) sebagai berikut. 10 kubik pertama x Rp4.500 = Rp45.000, 10 kubik kedua x Rp5.700 = Rp57.000 dan sisanya (78 kubik) x Rp6.000 = Rp468.000.

Pemakaian air Rp45.000 + Rp57.000 + Rp468.000 = Rp570.000.Retribusi Rp17.300, sehingga total tagihan bulan Juli Rp587.300.

Sonny juga tetap meminta kepada masyarakat yang masih kebingungan terkait lonjakan air bulan Juli agar segera mendatangi kantor Perumda Tirta Pakuan di Jalan SIliwangi 121 pada jam kerja atau tenan Tirta Pakuan di Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Bogor.

Dia berjanji, Tirta Pakuan akan melayani masyarakat dengan baik. Caranya dengan menyebutkan nomor pelanggan dan menunjukkan foto angka stand meter terakhir. (adv)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *