Jadi Destinasi Wisata Baru, Dongkrak Ekonomi Warga

by -

METROPOLITAN – Rest Area Gunungmas digadang-gadang akan menjadi destinasi wi­sata favorit baru. Selain me­miliki panorama indah, udara sejuk di kawasan itu juga bakal menjadi daya tarik wi­satawan.

Untuk itu, Kementerian PUPR harus segera merealisasikan kelengkapan rest area tersebut. Seperti yang diungkapkan ang­gota Komisi V DPR RI, Eddy Santana.

Meski Kabupaten Bogor bu­kan menjadi dapil pemilihan­nya, sekarang karena dirinya bersama sang istri tinggal di Kabupaten Bogor, maka ia wajib ikut berkontribusi membangun Bumi Tegar Be­riman. ”Salah satu bentuk kontribusinya yakni ikut mem­perjuangkan di Komisi V se­bagai mitra KemenPUPR,” ujarnya.

Menurut mantan wali kota Palembang itu, Rest Area Gunungmas ini rupanya akan menjadi pendongkrak eko­nomi masyarakat. ”Sekarang saja belum apa-apa banyak warga yang berjualan di sini. Ini kan potensi yang luar bia­sa dan bermanfaat,” ungkapnya.

Ia bersama anggota Komisi V lainnya, khususnya Dapil Kabupaten Bogor, akan terus memperjuangkan keinginan masyarakat Bogor. Terlebih soal kelengkapan fasilitas di rest area tersebut.

”Kan katanya nanti ada be­berapa fasilitas di sini, seper­ti masjid, panggung seni, taman bermain anak dan lainnya. Ini harus diwujudkan,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Tugu Selatan, Eko Widiyana, mengatakan, rest area yang berada di desanya menjadi lokasi mata penca­harian baru bagi warganya. ”Ini menjadi tempat mencari uang warga kami,” ujarnya.

Menurutnya, ada 160 peda­gang di rest area tersebut. Mereka tercatat sebagai warga Desa Tugu Selatan. ”Dari desa lain paling sepuluh per­sen, itu pun masih masuk di Kecamatan Cisarua, seperti Desa Cibeureum,” katanya.

Keberadaan pedagang ini, sambung dia, secara legalitas memang belum diperbolehkan. Namun, Pemerintah Desa (Pemdes) Tugu Selatan sudah melayangkan surat permoho­nan agar sebagian lahan bisa digunakan masyarakat untuk berjualan. ”Dari desa sudah mengirim surat permohonan penggunaan lahan untuk se­mentara, sebelum rest area ini dibangun,” terangnya.

Surat itu sendiri ditujukan langsung ke Bupati Bogor Ade Yasin, Dinas PUPR, Disbudpar dan Disperdagin. ”Jadi, kami dari pemdes memfasilitasi warga kami dengan mengirim surat ke pemkab, khususnya bupati,” imbuhnya.

Namun, lanjut Eko, para pe­dagang di rest area ini akan membongkar bangunannya sendiri jika pemerintah akan melanjutkan pembangunan tersebut.

“Nggak usah pakai Pol PP. Kalau mau dilanjut pembangu­nannya, pedagang akan mem­bongkar sendiri. Pemdes sudah sepakat dengan pedagang,” tandasnya.(ash/c/feb/run/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *