Kabupaten Bogor ogah AKB

by -

METROPOLITAN – Pemerin­tah Kabupaten (Pemkab) Bo­gor memastikan tidak akan menerapkan pra-Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di wi­layahnya. Pemkab Bogor lebih memilih memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Proporsional yang sedianya ber­akhir 2 Juni hingga Jumat (17/7).

Wakil Bupati Bogor Iwan Se­tiawan menerangkan keputu­san itu sesuai arahan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dalam rapat evaluasi secara daring, kemarin. Di mana meskipun Kabupaten Bogor saat ini Reproduc­tion Number (Rt) Covid-19 berada di angka 0,66, yang artinya sudah memenuhi syarat jika menerapkan New Normal. Namun karena ber­dasarkan peta Bodebek masih zona kuning, maka arahan gubernur tetap mengarahkan untuk melanjutkan PSBB Pro­porsional. “Diperpanjang 15 hari ke depan sesuai masa inkubasi terpanjang Covid-19,” kata Iwan.

Dengan catatan, sambungnya, ada kewenangan lebih untuk wilayah masing-masing. Ada beberapa sektor yang akan lebih dilonggarkan kaitan ke­giatan masyarakat. Seperti tempat-tempat wisata, taman nasional, hotel-hotel hingga tempat usaha, dengan peng­etatan protokol kesehatan. Hal itu bakal menjadi pembeda PSBB Proporsional yang lalu dengan perpanjangan PSBB nanti. ”Semua sedang dikaji, malam ini harus selesai lah. Masukan dari kapolres, dandim, kita masukkan. Ya relaksasi lah. Misal even-even, apa sudah boleh dibuka atau tidak. Se­pertinya kalau berpotensi men­ghadirkan banyak pengunjung, itu nanti dulu,” ucapnya.

Politisi Partai Gerindra itu menuturkan, hal itu juga ter­masuk wisata air hingga kegia­tan belajar pesantren yang sudah mulai dibuka. Namun tidak dengan pendidikan formal yang masih belum ada peru­bahan dan masih berlangsung secara daring.

”Wisata air ini harus ada payung hukumnya, ada aturan dari Ke­menkes. Nah itu kita kaji, bisa buka atau tidak. Besok (hari ini, red) lah. Malam ini harus ada perubahan, drafnya dipelajari. Kalau pesantren kan sudah buka, jadi kita klasterkan per desa. Seperti apa kasus di desa itu,” ujarnya.

Memang bila menilik tren jumlah kasus positif di Bumi Tegar Beriman, wajar bila akhir­nya pemerintah memutuskan memperpanjang masa PSBB. Belum lagi posisi Kabupaten Bogor sebagai wilayah penyang­ga Ibu Kota DKI Jakarta sebagai episentrum Covid-19. Secara umum, kasus positif corona di Kabupaten Bogor pada Juni atau masa PSBB Proporsional mengalami kenaikan jumlah dibanding bulan-bulan sebe­lumnya.

Selama 30 hari pada Juni 2020, tercatat ada 165 kasus positif baru muncul. Jumlah itu me­ningkat dibandingkan Mei lalu yang ’hanya’ memunculkan 86 kasus positif baru di Kabu­paten Bogor, di mana ada penurunan jika dibandingkan kasus positif baru pada April, yang menyntuh angka 105 ka­sus. Sedangkan pada Maret angka kasus positif baru seba­nyak 13 orang.

”Jadi sampai akhir Juni jum­lah positif Covid-19 di Kabu­paten Bogor tembus 369 kasus, dengan 18 orang di antaranya meninggal dunia dan 109 orang dinyatakan sembuh,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Bogor, Syarifah So­fiah. (ryn/c/rez/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *