Kasus OTT Pejabat Bogor, Status Pemberi Suap Dipertanyakan

by -

METROPOLITAN.id – Kasus suap yang melibatkan eks Sekretaris Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor, IR sudah dinyatakan P21 dan siap disidangkan di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bandung.

Lelaki yang diciduk Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Polres Bogor Maret lalu itu, sudah ditahan selama 20 hari sejak pemeriksaan tahap kedua oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bogor, pertengahan pekan lalu.

Sejauh ini, baru dua orang yang ditetapkan sebagai tersangka, yakni Sekdis DPKPP, IR dan staf-nya FA. Kondisi ini mengundang tanda tanya lantaran sang pemberi suap masih belum dimunculkan sebagai tersangka.

Atas kondisi itu, Kepala Divisi Hukum LSM Gerakan Amanah Sejahtera, Stevie, mendesak dan mendorong Kejari untuk memberikan arahan kepada penyidik agar menetapkan tersangka tambahan.

Menurutnya, kasus suap selalu melibatkan pemberi dan penerima. Sedangkan hingga saat ini, penyidik baru menetapkan dua orang sebagai tersangka sebagai penerima demi memuluskan suap izin rumah sakit dan hotel.

“Tanda tanya besar kenapa si pemberinya itu belum ditetapkan tersangka dan baru dua PNS penerima. Kasus suap kan selalu melibatkan penyuap juga. Apalagi ini OTT,” kata Stevie saat ditemui di Cibinong, Senin (6/7).

Menurutnya, seharusnya kasus ini dipandang sebagai satu kesatuan dan tidak di split untuk mempercepat pemeriksaan. Ia menyebut lebih baik berjalan agak lambat namun satu paket satu kesatuan.

“Sejauh ini pemberi yang ada kan pengantar saja. Itu juga statusnya saksi. Nah yang pemberinya itu nggak ada. Ya segeralah pihak swastanya di tetapkan, ini kan gratifikasi ya,” harapnya.

Sebelumnya, berkas perkara kasus suap yang melibatkan mantan Sekretaris Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor, Ir, akhirnya dinyatakan lengkap alias P21.

PNS yang diciduk saat Operasi Tangkap Tangan (OTT) Polres Bogor tiga bulan lalu ini diserahkan Polres Bogor ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bogor, Rabu (1/7). Kepolisian juga melimpahkan barang bukti untuk di persidangan nanti.

Kepala Kejari Kabupaten Bogor Munaji mengatakan, meski sempat dikembalikan ke penyidik Polres Bogor, berkas perkara kembali masuk ke Kejari Kabupaten Bogor pada 12 Juni lalu.

Setelah dinyatakan P21 beberapa waktu lalu, berkas perkara kasus suap perizinan itu bakal dilimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bandung, paling lambat 14 hari kerja. Artinya, kasus ini telah siap disidangkan.

“P21 sudah. Sekarang ini proses tahap kedua, ini pengiriman barang bukti dan tersangka ke sini. Wewenang penahanan tersangka sekarang sudah di kita lah. Ya selama dua minggu lah sudah kita limpahkan berkas perkara ke Pengadilan Tipikor Bandung,” kata Munaji, Rabu (1/7). (fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *