Ketum HPPMI Apresiasi Kinerja Ichsan Firdaus

by -

METROPOLITAN – Ketua Umum Himpunan Petani Mi­lenial Indonesia (HPPMI) mengapresiasi adanya kese­riusan yang ditunjukkan ang­gota Komisi IV DPR RI, Ichsan Firdaus, dalam mengembang­kan Sumber Daya Manusia (SDM) petani lokal.

Termasuk tekad Ichsan membangkitkan rasa percaya diri petani dengan turun ke lapangan membina petani di Kampung Lembahnendet, Megamendung, Kabupaten Bogor.

“Konsep yang saya tawarkan itu ditangkap salah seorang anggota Komisi IV DPR RI, Ichsan Firdaus. Selama ini beliau terjun langsung ke la­dang bersama petani kecil. Saya mengapresiasi tekadnya untuk membangkitkan rasa percaya diri petani kita,” ung­kap lelaki yang akrab disapa Aldy itu.

Ia berharap wakil rakyat itu mencontoh apa yang dilaku­kan Ichsan sebagai wakil ra­kyat di Senayan. “Saya sangat berharap teman-teman wakil rakyat dari tingkat daerah sampai pusat terjun langsung seperti beliau,” kata pria yang sebelumnya berprofesi jur­nalis itu.

Apalagi, sambung dia, saat ini Kementerian Pertanian menargetkan produksi pangan strategis, di antaranya padi 63,50 juta ton, jagung 26 juta ton, kedelai 48 ribu ton dan daging sapi 463 ribu ton. Ini belum termasuk target pro­duksi bawang merah seba­nyak 1,74 juta ton. Lalu cabai besar 1,45 juta ton, cabai rawit 1,57 juta ton dan seba­gainya.

”Target tersebut tidak ditu­runkan, karena itu sudah menjadi kebutuhan nasional. Kalau itu turun, maka akan bersoal dengan makanan rakyat 267 juta. Oleh karena itu, HPPMI menawarkan ber­bagai terobosan ketahanan pangan yang harus menjadi perhatian pemerintah,” te­rangnya.

Menurutnya, pengelolaan manajemen pangan perlu dilakukan inovasi. Terutama dalam mengembangkan SDM agar kualitasnya di sektor pertanian bisa berkembang. “Sektor pertanian ini harus dikelola secara modern dengan pola manajemen yang inova­tif, sehingga indikator ca­paian dilakukan secara teru­kur dan terarah. Bukan pen­dekatan proyek atau political anggaran semata,” katanya.

Aldy menegaskan, harus ada political teknologi dan ma­najemen SDM milenial dalam mendorong sektor pangan sebagai budaya life style. Apa­lagi, ketika Organisasi Pangan Dunia atau Food Agriculture Organization (FAO) mempre­diksi krisis pangan dunia. “Kondisi krusial ini tak bisa diselesaikan di atas meja atau hanya menghitung, tapi juga harus dilakukan secara kon­kret dengan terjun ke kebun membina petani,” tandasnya. (*/feb/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *