Konser The Chainsmokers Dikritik gegara Sosial Distancing

by -

METROPOLITAN – Para penonton konser The Chainsmokers menuai kritik di media sosial, karena tidak berhasil menerapkan pembatasan sosial dalam acara musik amal berkonsep drive-in. Konser tersebut digelar di Southampton, New York, belum lama ini.

Penyelenggara telah menjual tiket pada 600 kendaraan yang diharuskan berjarak sekitar 200 kaki satu sama lain. Para penonton juga diminta mengenakan masker dan hanya meninggalkan kendaraan saat ingin ke toilet.

Sayangnya, rekaman menunjukkan bahwa para penonton di konser itu tidak memenuhi ketentuan pembatasan sosial yang berlaku. Hal itu akhirnya membuat Departemen Kesehatan New York menindaklanjuti rekaman tersebut.

Komisioner kesehatan, Howard Zucker telah menulis surat pada pemerintah kota Southampton, Jay Schneiderman untuk melakukan penyelidikan terbuka terkait konser tersebut.

Jay Schneiderman diminta mengumpulkan keterangan terkait apakah izin yang diberikan untuk penyelenggaraan konser telah sesuai peraturan keselamatan di masa pandemi Covid-19. ”Saya merasa bingung bagaimana mungkin kota Southampton bisa memberikan izin untuk acara seperti itu, bagaimana acara itu bisa menjadi acara legal dan bukan merupakan ancaman untuk masyarakat,” tulis Zucker.

”Apa yang telah dilakukan oleh pejabat kota terhadap konser itu dan mengapa konser itu dibiarkan berjalan ketika sudah jelas ada pelanggaran?,” sambungnya.

Harga tiket konser dibanderol sebesar USD 1.250 hingga USD 25 ribu. Hasil dari penjualan tiket akan disumbangkan pada yayasan No Kid Hungry, Children’s Medical Fund of New York dan Southampton Fresh Air Home.(dtk/mam/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *