Korupsi Dana BOS Terungkap, Disdik Bogor Masih Bungkam

by -

METROPOLITAN.id – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bogor menetapkan seorang pengusaha percetakan berinisial JRR sebagai tersangka dugaan kasus korupsi penyelewengan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) SD se-Kota Bogor, Senin (13/7) malam.

Tersangka melakukan penyelewengan dana BOS untuk pengadaan dan penggandaan soal ujian untuk ujian tengah semester, ujian akhir sekolah, ujian kenaikan kelas dan ujian try out selama 3 tahun terhitung mulai 2017 hingga 2019.

Berdasarkan perhitungan Inspektorat Jenderal Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, kerugian negara yang disebabkan oleh JRR mencapai Rp17 miliar.

Namun saat dimintai tanggapan soal kasus tersebut, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor, Fahrudin, masih enggan berkomentar.

“Jangan ke saya ya,” kata Fahrudin saat dikonfirmasi, Selasa (14/7).

Padahal, Fahrudin dan jajaran pejabat di Disdik Kota Bogor yaitu Kepala Bidang SD Maman Suherman, Kepala Sub Perencana dan Pelaporan Disdik Jajang Koswara dan Warni, sempat memenuhi panggilan Korps Adhyaksa sebagai saksi pada Juni lalu.

Saat ini, Kejari Kota Bogor tengah mengembangkan kasus korupsi di dunia pendidikan Kota Bogor.

Kepala Kejari Kota Bogor, Bambang Supriatna mengatakan, tidak menutup kemungkinan adanya tersangka lain dalam kasus korupsi ini.

“Yang jelas tunggu perkembangan selanjutnya,” ungkapnya.

Sekadar diketahui, untuk menetapkan tersangka JRR atas dugaan tindakan pidana korupsi, pihak Kejaksaan sudah memeriksa kurang lebih 40 saksi, yang terdiri dari kepala sekolah, pejabat Disdik dan pihak ketiga pengadaan soal ujian.

Dari Rp17 miliar kerugian negara, tersangka sudah mengembalikan uang sebanyak Rp100 juta dan uang tersebut akan dijadikan alat bukti oleh Kejari dalam persidangan nanti. (dil/a/fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *