Kota Bogor Izinkan Salat Idul Adha

by -

METROPOLITAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor secara resmi mengizinkan penyelenggara­an salat Idul Adha 1441 Hijriah yang jatuh pada Jumat (31/7). Salat bisa dilakukan di lapangan, masjid dan ruangan dengan syarat menerapkan protokol kesehatan.

Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran Nomor: 440-2458-Hukham tentang Protokol Kesehatan penyelenggaraan salat Idul Adha, penjualan dan pemotongan hewan kurban 1441 H/2020 M se­lama masa pandemi Covid-19. Surat edaran ter­sebut telah ditandatangani Wali Kota Bogor Bima Arya, Selasa (14/7).

Kepala Bagian Hukum dan HAM Setda Kota Bo­gor Alma Wiranta menuturkan, dasar surat edaran tersebut dikeluarkan berdasarkan Keputusan Pre­siden Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2020 tentang Penetapan Ben­cana Nonalam Penyebaran Covid- 19. Lalu Surat Edaran Menteri Agama Nomor 18 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Salat Idul Adha dan Penyembe­lihan Hewan Kurban Tahun 1441 H/2020 M menuju Ma­syarakat Produktif dan Aman Covid-19. ­

Kemudian Surat Edaran Ke­menterian Pertanian Nomor 0008/SE/PK.20/F/06/2020 tentang Pelaksanaan Kegia­tan Kurban dalam Situasi Wabah Bencana Nonalam Covid-19. Lalu Surat Edaran Gubernur Jawa Barat Nomor 451/ HO/HUKHAM tentang Penyelenggaraan Salat Idul Adha dalam Situasi Wabah Bencana Nonalam Covid-19.

Serta Keputusan Wali Kota Bogor Nomor 900.45-406 ten­tang Perpanjangan Status Tanggap Keadaan Tanggap Darurat Bencana Wabah Penyakit Akibat Covid-19 di Kota Bogor. “Tentunya kami mengimbau kepada semua masyarakat untuk tetap me­matuhi protokol kesehatan di masa AKB ini,” kata Alma, kemarin.

“Kami sama sekali tidak me­larang, hal ini dilakukan agar kita bisa tetap aman, tertib dan bisa menjalankan tuntu­nan agama Islam dengan mempertimbangkan pening­katan penularan infeksi Co­vid-19,” sambungnya.

Menurutnya, untuk penyel­enggaraan salat Idu1 Adha 1441 H dipebolehkan untuk dilakukan di lapangan, masjid dan ruangan dengan syarat pengawasan ketat dari petu­gas atau pengawas penerapan protokol kesehatan, di area tempat pelaksanaan dengan menerapkan protokol pence­gahan penyebaran Covid-19.

Di antaranya tetap memer­hatikan kebersihan tempat penyelenggaraan salat Idul Adha dengan menggunakan disinfektan. Lalu jamaah sehat dan wajib memakai masker, menyediakan fasilitas cuci tangan, air mengalir dan handsanitizer di jalur masuk dan keluar, melakukan peme­riksaan suhu tubuh jamaah.

Kemudian tidak mewadahi sumbangan atau sedekah ja­maah berupa menjalankan kotak, membawa sajadah masing-masing, tidak berjabat tangan dan berpelukan, me­nerapkan jaga jarak antara sesama jamaah minimal satu meter, mempersingkat pelaks­anaan salat Idu1 Adha dan khotbah serta tidak mengajak anak di bawah lima tahun dan lanjut usia dengan sakit ba­waan risiko tinggi.

“Pada intinya kita mendu­kung apa yang tertuang di dalam surat edaran tersebut. Kami mengimbau kepada masyarakat, terutama penyel­enggara Idul Adha dan kurban harus menaati. Pokoknya harus betul-betul ditaati agar kita bisa terhindar dari Co­vid-19 dengan tetap disiplin menjalankan protokol kese­hatan,” ujarnya.

Sementara itu, pelaksanaan salat Idul Adha belum dipu­tuskan Pemkab Bogor. Ketua MUI Kabupaten Bogor Ahmad Mukri Aji mengaku akan mela­kukan rapat pleno terlebih dahulu dengan para pengurus harian. “Kita akan ada rapat pleno dulu terkait pelaks­anaan salat Idul Adha dan pelaksanaan pemotongan hewan kurban di tengah pan­demi Covid-19,” pungkasnya. (ogi/ryn/c/rez/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *