Kuasa Hukum Siap Ungkap Kejanggalan Kasus Dugaan Korupsi Pejabat Pemkab Bogor

by -

METROPOLITAN.id – Kasus dugaan korupsi yang menjerat Sekretaris Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor, IR, sudah dinyatakan P21 dan siap disidangkan di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bandung.

Seiiring dengan hal itu, Tim Kuasa Hukum IR dari Bara JP juga sudah menyiapkan ‘amunisi’ untuk membela IR di persidangan nanti.

Kuasa Hukum IR, Dinalara Butar-Butar mengatakan, pihaknya sudah mengajukan praperadilan pada Selasa (14/7) lalu. Menurutnya, praperadilan ini cenderung terlambat karena keesokan harinya berkas perkara IR sudah dikirim ke Pengadilan Negeri Tipikor Bandung.

Meski demikian, pihaknya akan terus berjuang karena sudah memegang beberapa bukti terkait kejanggalan kasus tersebut.

“Kami mulai bergabung di kasus ini Sabtu 11 juli 2020. Selasanya praperadilan dan Rabu ternyata berkas perkara sudah dillimpahkan ke Bandung. Kami prihatin melihat perkara ini, karena harusnya ada langkah-langkah yang bisa dilakukan dari sebelumnya. Tapi kami masih percaya penegakan hukum di Indonesia. Kita akan mengungkap kejanggalan-kejanggalan mulai dari proses penangkapan,” kata Dinalira saat ditemui di Cibinong, Kamis (16/7).

Menurutnya, materi praperadilan sendiri meliputi proses penangkapan, penggeledahan, penyitaan dan penetapan tersangka. Tim kuasa hukum merasa ada yang janggal dalam proses-proses tersebut dan siap mengungkapnya saat persidangan nanti.

“Ada hal yang cacat. Kami juga sudah mengantongi beberapa bukti untuk persidangan nanti, makanya kami berani menangani kasus ini. Kami berharap penanganan kasus ini bisa objektif. Targetnya bebas” tegasnya. 

Sebelumnya, berkas perkara kasus suap yang melibatkan Sekretaris Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor, IR, akhirnya dinyatakan lengkap alias P21.

PNS yang diciduk saat Operasi Tangkap Tangan (OTT) Polres Bogor tiga bulan lalu ini diserahkan Polres Bogor ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bogor, Rabu (1/7). Kepolisian juga melimpahkan barang bukti untuk di persidangan nanti.

Sejauh ini, baru dua orang yang ditetapkan sebagai tersangka, yakni Sekdis DPKPP, IR dan staf-nya FA. Kondisi ini mengundang tanda tanya lantaran sang pemberi suap masih belum dimunculkan sebagai tersangka. (fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *